Sumberdaya alam yang dapat diperbarui artinya bisa dibuat atau dipulihkan kembali, seperti hewan, tumbuhan, pepohonan, air, dan ikan. Hewan, tumbuhan, pepohonan, dan ikan di laut adalah makhluk hidup yang dapat berkembang biak. Selama masih berkembang biak dengan baik dan belum punah, maka bisa diperbarui. Kita bisa memperbaruinya dengan cara Selainitu, India juga memiliki sumber daya alam lain, seperti sorgum, gandum, dan kapas. Kemudian, di Asia Tengah terkenal dengan hasil utamanya, yaitu gandum, kapas, dan buah-buahan, sedangkan Asia Barat adalah penghasil utama beras dan kopi. 2. Bidang Pertambangan. Hasil-hasil pertambangan yang menonjol di Benua Asia adalah minyak bumi. Sumberdaya alam yang dapat diperbarui antara lain minyak bumi dan gas alam. b. Sumber da SD Matematika Bahasa Indonesia IPA Terpadu Penjaskes PPKN IPS Terpadu Seni Agama Bahasa Daerah Sayangnya sedikit yang diketahui tentang asal-usul puisi epik yang terkenal ini. Banyak yang percaya bahwa "Beowulf" mungkin telah disusun sebagai elegi untuk seorang raja yang meninggal pada abad ketujuh, tetapi sedikit bukti yang menunjukkan siapa raja itu. Ritus penguburan yang dijelaskan dalam epik menunjukkan kemiripan yang besar dengan Ada beragam jenis pekerjaan di dunia ini. Salah satunya dipengaruhi oleh kondisi geografis dan sumber daya alam. Contohnya, di daerah pegunungan akan ditemukan banyak petani.Sebaliknya, di daerah pantai akan ditemukan banyak nelayan.. Dalam materi kelas 5 SD Tema 1 ada pertanyaan tentang jenis-jenis usaha atau pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam laut. Sumbermaterinya adalah kelas 4 kelas 5 dan. Soal ipa kelas 4 tentang sumber daya alam dan jawabannya Soal IPA Kelas 4 Oleh admin Diposting pada 26 Januari 2021 PiIihIah jawaban yang benar. 30 Soal Kunci Jawaban Materi SDA Geografi yang akan dijelaskan seputar sumber daya alam baik itu yang dapat diperbaharui maupun yang tidak bisa diperbaharui. 12 Sumber daya alam ada yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui. Sumber daya alam yang dapat diperbarui antara lain adalah sumber daya alam hayati, contohnya yaitu . a. Air dan sapi b. Mangga dan tanah c. Emas dan perak d. Padi dan kambing. 13. Sifat sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui antara lain adalah . a. EzRu5tg. Kumpulan puisi lingkungan tentang peduli alam atau puisi kebersihan lingkungan. Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti flora dan fauna dan sebagainya, hal hal inilah di ulas dalam puisi alam dan puisi tentang kebersihan lingkungan untuk saat komponen lingkungan hidup adalah kesatuan antara seluruh makhluk hidup dan non-hidup, meliputi berbagai unsur lingkungan serta unsur lingkungan hidup inilah yang jadi tema puisi lingkungan atau puisi alam yang diantaranya juga terdapat puisi kebersihan lingkungan sekolah yang akan menghiasi halaman blog puisi dan kata bijak dikesempatan puisi lingkungan tentang kepedulian alam yang diterbitkan ini mengingatkan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari sampah dan hal-hal yang mencemari sehingga lingkungan yang hijau dan sejuk dapat dinikmati karena perduli dengan adapun daftar susunan judul kumpulan puisi lingkungan tentang alam atau puisi kebersihan lingkungan yang dipublikasikan antara lainSekitar sembilan judul puisi lingkungan atau puisi tentang lingkungan alam yang mengingatkan akan pentingnya menjaga lingkungan bersih agar dapat menghirup udara yang sejuk dan Puisi Lingkungan Tentang Peduli Alam Atau Puisi Kebersihan LingkunganBerbicara tentang lingkungan yang bersih dan sejuk tentu tak terlepas dari kepedulian alam dan lingkungan alam sehingga komponen lingkungan hidup dan unsur unsur lingkungan hidup dapat hidup dan berkembang secara berkaitan dengan kata kata lingkungan dan kata tentang alam dibawah ini adalah bait bait puisi tentang lingkungan, atau puisi bertema lingkungan dan puisi kebersihan lingkungan diawali dari puisi kesadaran yang berkurang, disimak saja puisinya berikut ini.1. KESADARAN YANG BERKURANGpuisi tentang kebersihan lingkungan, Karya Jingga SukmaKetika pola kunsumerisme menuai bencanaSadarkah sampah menggunung menjadi wabahPenyakitpun merajah, miris wajah kota menyulam dukaDi mana hati nurani kita sehingga mencium aroma tajam menusuk; kita banggaLaksana pisau bermata duaUlah tangan liar nan menggilaBom waktu yang hendak meledakkan kedamaianMarilah tanamkan kesadaranBuanglah sampah pada tempatnyaKetika netra memandang pada sesampahSingsingkan lengan baju mengambil dan membersihkanMembakar sampah anorganikMenjadikan pupuk sampah organikTurutlah ciptakan suasana bersih dan nyamanKarena kebersihan pangkal kesehatanMari bersama benahi kehidupanTingkatkan pola kesadaranJauhi kotoran atau musnahkan sesampahPenyakit berbahaya dapat dicegahSesama manusia saling mengingatkanTerbentuklah keikhlasan dalam kedamaianBersama memberantas kumanHidup sehat dan lingkungan, nyamanBack to list title puisi lingkungan alam atau puisi kebersihan ↑2. PUISI PERDULI ALAM DARI KEBERSIHANPermasalahan lingkungan hidup dan solusinya memang memerlukan kesadaran semua pihak-pihak terkait sehingga alam tetap alami, dan salah satunya yang wajib di terapkan dalam kehidupan sehari-hari agar lingkungan bersih adalah dengan membuang sampah pada tempat, sehingga sampah tak mengganggu dan menjadi biang penyakitNah berikut adalah puisi perduli alam dari kebersihan lingkungan, bagian kedua puisi lingkungan dan puisi tentang alam, yang dipublikasikan ,yuk kita simak saja puisi tentang kebersihan lingkungan dibawah Asrikupuisi kebersihan lingkungan, Karya Putrie Mitchiko IIKeasrian nyaris sirnaKetidakpedulian bertakhta di sebagian manusiaSejuk segar, kini panas terasaSungguh miris wajah kotaLalu di mana nurani?Belumlah berkurang siksa polusiBertambah sampah mencemariTerlupa janji, menjaga elok pertiwiDari ulah tangan liarKumuh jalanan menyebarHilang sudah rasa sadarAkan kecantikan sekitarDi sela deru hiruk pikukSampah sampah menumpukAroma tajam menusukLalat berpesta timbunan busukSadarlah kawan, cobalah bijakTeruntuk kota tempatmu berpijakKarena bencana kerap menghentakBagai bom waktu siap meledakGurindam BersihOleh Yus MarniDengan Bismillah dibuka kalamPerihal kebersihan dengan gurindamJaga olehmu lingkungan bersihSupaya bisa berfikir jernihHidup bersih hendaklah terapkanCerminan pribadi insan berimanAnakku sayang pencinta bersihCalon pemimpin berhati jernihBesar harapan daku impikanKelak dikau jadi panutanGurindam bersih hendak ditutupSmoga bermanfaat penghias hidupJAGALAH AMANAHKaryaAyah AndikaMiris Wajah KotaAlam mulai meringis tua rentaPenghuni menelisik penuh dustaAsik lena terbuai lupa segalaDi mana NuraniTanamkan rasa kebesaran jiwa sanubariUsah tebar sampah-sampah berulat disana siniDengarlah rintihan Umat,seonggok asa damai menantiUlah Tangan LiarDaun-daun Alam nan indah kian pudarAkankah bertahta Bumi layu tiada pijarSemailah jiwa besar dunia tetap bersinarAroma Tajam MenusukSebongakah harapan resah mengusikBatas-batas hati manusiawi sesaing sirikHeharum mewangi bunga,dibalik rahasia bau busuk mencekikBom WaktuWaktu terus begulung berbisik padamuGengamlah Anugrah amanah di pundakmuHempaskan ego dalam jiwa bersatu padu damai sejahtera selaluBack to list title puisi lingkungan alam atau puisi kebersihan ↑3. PUISI TENTANG LINGKUNGANSelanjutnya puisi tentang alam untuk menjaga lingkungan bersih adalah puisi tentang lingkungan atau contoh puisi tentang lingkungan, yang juga masih mengingatkan akan pentingnya menjaga kebersihan, dan membuang sampah pada tempatnya, nah bagaimana puisinya?Untuk lebih jelasnya puisi tentang kebersihan lingkungan disimak saja berikut ini beberapa puisi lingkungan yang dipublikasikan atau blog puisi dan kata KotakuKarya Oktavianus Deddy Yoga SetiawanSumpah kotor banget ini!Sampah bertebaran di yang menggunung, aroma tajam lalapan pagi harikutanpa nasi, tetapi akusudah muntah-muntah wajah kota bersih, sekarang dijadikantempat selfie para kandidat pemimpin manisnya, seperti janji bom waktu agar janjinyadapat meledak mencapai kini menangistaman-taman nampak kusuttanaman dipupuk dengan tangan liaryang malas membuang sampah pada mana nurani kalian?Sadarlah... Jangan ucap kata terserah!Jagalah... Mari kita bersihkanagar kota ini bersih kembaliketika mata memandang BERBENAH DIRIKarya TINIE SUNKARHujan masih menciumi bumi dengan buasHingga tak jarang meluberkan aliran-aliran sungaiMenyeret sampah-sampah turun ke jalanMenyumpal badan jalan, menggunung tak tanggung-tanggungMiris menyaksikan wajah kotaku kiniAkibat ulah tangan-tangan liarAroma tajam menusuk sepanjang jalanMenjadi bom waktu yang kapan saja siap meledakMeluluh-lantakkan negeri tanpa disadariSekarang, jangan tanya lagi di mana nuraniMari saja segera berbenah diriBuang sampah pada tempatnyaAjarkan sejak dini pada buah hatiAgar kota asri masih bisa kita nikmati; nantiBack to list title puisi lingkungan alam atau puisi kebersihan ↑4. PUISI KEBERSIHAN LINGKUNGANKebersihan lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting dan tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Menjaga kebersihan lingkungan sama halnya menjaga fungsi lingkungan hidup agar tetap alami sehingga menjauhkan dari bencana alamBerikut adalah tema puisi kebersihan lingkungan atau puisi tentang lingkungan alam, bagian keempat puisi-puisi alam yang dipublikasikan silahkan disimak saja puisi tentang kebersihan lingkungan dibawah LINGKUNGANpuisi kebersihan lingkungan, Karya Eli Arita, ku dulu bersihBening bak kacaIkan-ikan menari kian kemari beraneka warnaSungai tempat berlangsung kehidupanTanpa nodaKini...Berubah kotor berbauIkan-ikan diam bergelimpangan matiSungai sumber kehidupan bergantiMenjadi tempat pembuanganSampah...Limbah beracunKepunahan terjadiPernapasan sesak menahan aromaTak sedapPandangan mentok padaBentangan sampah yang luasSungai menjadi diam tak bergerakAirnya merambah pemukimanSayang... tak dapat dimanfaatkanLalat berdatangan tanpa undanganMenularkan penyakit pada warga sekitarHai semua....Di mana kepedulian kita?Janganlah diam dan bisuBukalah mata hati tuk berantasPencemaran lingkunganNOKTAH ULAH SERAKAHKarya Joel ramondMiris wajah kota,dikotori jemari jail fakir logikaTebar bangkai tanpa-dosaDi mana nurani surukkan kata?Apa hilang bersama pepuing noda?Pun hingga netra seolah butaLihat! Punggung Pertiwi kian bungkukBusuk aroma tajam menusukDendang malaria hiruk-pikukPesona kota tertutup pongahSekujur arah bertabur noktahUlah tangan liar penebar sampahTimbunan itu bom waktu, sadarkah?Penanti ledak kelak genangi rerumahUcapmu, "Ini musibah!"Sedang itu ulah-serakah"Sadarlah, bersih itu indah!"Back to list title puisi lingkungan alam atau puisi kebersihan ↑5. PUISI TENTANG LINGKUNGAN SEKOLAH YANG BERSIHpuisi kebersihan sekolah, Oleh Yus MarniDengan kesadaran penuhIkhlas dan hati bersihKamiBuang jenuhBelajar penuh seluruhTanpa risihDengan lingkungan bersihTerbebas dari balutan selimut gas metanSebagai pemicu global warmingDengan semangat penuh seluruhKami budayakan budaya lingkungan sehatBerpikir sehat dan belajar sehatDari lingkungan asri bersahabatDemikianlah kumpulan puisi lingkungan tentang peduli alam atau puisi kebersihan lingkungan, baca juga puisi tema lingkungan sekolah yang lainnya atau puisi tentang lingkungan alam di halaman lain blog puisi dan kata bijak semoga puisi tentang alam dan lingkungan diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Puisi Tentang Alam dan Mileu – Menulis puisi alam merupakan salah satu cara bikin mengungkapkan kekaguman akan kegagahan alam dan segala isinya. Makna sajak bisa ditujukan sebagai wujud rasa syukur dan gegares terhadap kekayaan alam yang diberikan oleh Tuhan. Tulisan-tulisan aktual sajak, tembang dan tembang alam sekali lagi boleh menganjurkan pesan-wanti-wanti budi pekerti akan pentingnya menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati, serta bagaimana memahami dan senantiasa bersahabat dengan alam. Berikut ini yakni antologi contoh tembang tentang alam terbaik nan dapat digunakan laksana perigi belajar terlengkap dan terbaru, antara lain Senja Yang Sani Sang Bulan Mengusap Lukaku Senja, Ketampanan Yang Tidak Terganti Potongan Surga Nusantara Gegana Sawah Lukaku Diusap Sang Bulan Kemana Perginya Alam Kuat Rantau Dari Bentangan langit Keayuan Liwa Indonesia Tempat Berpijak Tanah Airku Permainya Desaku Wulan dan Matahari Pada Suatu Hari Nanti Namaku Pataka Indonesiaku Indonesiaku Hijau Alam Dilembah Semesta Inilah Lahan Airku Derai Cemara Udang Sabda Marcapada Bencana Melandaku Indahnya Pataka Negeri Ini Petambak Desa Puisi Pantai Lautan Luhur dan Lengang Panorama Alam Kintamani Tangan Lain Bertanggung jawab Tembang Melodi Senja Indonesiaku, Kapling Airku Puisi Tentang Rasa dan Frasa Alamku Global Warming Kegagahan Tunggul Gunung Yang Sudah lalu Lama Sangar Bumiku Menembus Wana Keindahan Alam Ternodai Indahnya Alam Ini Bumi Berucap Desa Damai Puisi Garam Geram Bintang Keelokan Alam Deburan Ombak Senja Yang Indah Keemasan cahaya di cakrawalaDi tepi langit barat saat periode start buritTerbelalak indra penglihatan saat memandangnyaKeindahan dari si maha kreator Sang matahari bersiap untuk tergenangMenjemput mesra ketenangan malamMeneguk cahaya dalam-dalamMemenuhi keindahan malam Lembayung luhur terpandang kekuninganGradasi warna perumpamaan lukisanDi sudut langit yang tipis kelamHiasan terbesar sepanjang zaman Sang Bulan Mengusap Lukaku Senyuman manis sang rembulan menyapakuBegitu indah mekarkan suasana hatikuSejurus kuterdiam termanguMemandang indahnya nan tak pernah jemu Sinarmu terpancar mengusir gelapMenembus malam hadirkan terangKunikmati cahayamu hangatkan malamkuBahagiakan rongga hati ini nan tersinari Wulan, belailah jiwaku iniYang serupa itu tegang menjalani hariUsaplah sesaknya asmara di dada iniKeringkanlah luka menganga dihati ini Bulan, memandangmu membuatku mengertiBahwa kegantengan bukan harus gelojoh didekatiBahwa keanggunan tak harus rajin dimilikiBelaka hanya untuk sekedar di pandang dan dikagumi Senja, Keindahan Yang Tidak Terganti Siang berangkat bergantiWarna langit lagi berubah menjadi jinggaBurung-pelir bertingkah-tingkah bimbang di tengah rona jingga yang lebih melumer di langit sanaSiapa pun yang melihatnya, akan takjub dibuatnyaWaktu terus berlariWarna jingga pun terkikis secara perlahan Potongan Surga Nusantara Masih dalam renungan pagiSaat burung bersuara merduMenyanyi celoteh senduTentang alam hari ini Disana terhampar potongan indralokaTerlukis dalam tenang keindahanLangit selaksa biru nan indahAwan berderet mengikuti si angin Gabah menunduk dalam kebersahajaanTerhampar diatas permadani kuning duaja pesawahanGunung terpandang gagah menjulang mumbung ampuhPepohonan hijau berbaris menanti si matahari Inilah Indonesiaku, potongan surga yang Halikuljabbar kirimkan kepada rakyat kitaInilah Indonesiaku, keindahan lukisan Tuhan yang tergores di kanvas negerikuInilah Indonesiaku, hamparan keindahan nan menggurit memakai persil airkuInilah Indonesiaku, tanah kebanggaan hingga maut mengakhiri perpisahan Pixabay Awan Pontang-panting di angkasaCeria, kelabu, dan hitamCorak -rona merantaiMengombak mengombak-ombak Tebal dan sangat indahBahkan si bagaskara tak terlihatPelangi terlihat enggak penuhKarena sang selimut menutupinya Jauh disanaMenyelimuti dunia semesta rayaDeras tipisBeredar dimana-mana Sani lain buatanMau rasanya memeluknyaLembut dan menawanSani tak terperikan Sawah Sawah di radiks emas paduPari melambai, melalai terlukaiNaik suara salung telukiSejuk di dengar, mendamaikan kalbu Kali besar bersinar, menyilaukan mataMenyamburkan gelembung warna pelangiAnak mandi bersuka leverBerkejar-kejaran berseru gempita Langit lazuardi bersih sungguhBurung elang berkimbang-kimbangKi sebatang kacang kara dalam udaraDesik berdesik daun buluhDi buai angin dengan selaluAyam kerunyuk sayup mega Lukaku Diusap Sang Bulan Aku menyibuk senyuman manis si bulan seakan-akan menyapakuSenyumannya terlihat sangat indah mewujudkan hatiku serasa mekar Aku pun terkeluMemandang sani si rembulan nan tak gayutan jemuSinarnya seakan-akan mengusir bawah tangan lilin lebah ini Kunikmati cahayanya menyangai tubuh dan malamkuSerta lever ini terasa bahagia karena ia menyinari lilin lebah ini Wulan, kenapa kau memandangku sama dengan itu?Membuatku bukan mengarifi dibuatnya Bahwa setiap keindahan bukan harus senantiasa didekatiBahwa keindahan lain harus senantiasa dimilikiNamun hanya sekedar untuk dipandang dan dikagumi pecah kejauhan Kemana Perginya Liwa Abadi Dulu caruk ku lihat hamparan bau kencur sawah beratapkan langit biruKidal kanan sawah, tengahnya batang airDi antara giri matahari berpangkal malu-malu Semata-mata sekarang kemana?Lapisan tanah becek berwarna coklat setiap habis hujan abuKini tanahku bercelup bubukLama kucari tanah becekku Tapi kenapa sekarang bukan nampak?Eru nasib tataran menjulangMenjadi flat untuk banyak satwa buatan Almalik Sekarang cemaranya bukan bercat mentah dan teduhTetap tataran tapi banyak perputaran udara, banyak lampuMengapa bisa serupa itu? Sering air sebak, majuh longsorDi barat ada gas untuk berang tetanggaSedangkan sangat tidak begituIbu pertiwi cuma tersedu tapi tidak malu Sayang sekali ibu pertiwi kini tidak hanya sedihMenanggung pilu berbarengan tertatihAnak-anaknya nakal semuaMeski dimarahi tapi tak persaudaraan serik Pixabay Tepi laut Ditepi tepi laut kupejamkan mataLetih tak tau harus berbuat apaRebahan dihamparan ramalDihiasi dengan beribu-ribu sampah Dari Atmosfer Dari bentangan langit yang semuIaKemarau itu datang kepadamuBertaruk perlahanBerhembus amat tanggaMenyapu osean Mengekal tanah berbongkahan menyapu alas!Mengekal tanah berbongkahan! Datang kepadamuIa, kemarau itu dari Tuhan, yang senantiasa diam dari tangan yang dingin dan enggak menyapa yang lain menoleh produk sekejap. Ketampanan Alam Indonesia Saat aku membuka matakuKu tak berkeyakinan bahwa itu konkretAku masih berpikir bahwa aku masih mereka-rekaDoang aku pulang ingatan bahwa keanggunan itu mendalam suka-suka di depanku Betapa sani kepulauan iniRibuan pulau-pulau berbanjarMembentuk gugusan pulau yang muliaArgo-gunung berjajar berbunga ujung barat ke ujung timur Besar luas membentang dengan air yang spektakulerDan berilmu kegagahan di bawahnyaAku bangga menjadi momongan IndonesiaAku berjanji aku akan menjagamu Tempat Berpatokan Mataku terbukaDengan duaja manja memanggilTumbuhan suburMemberi kenyamanan jiwaTanaman pohon bersemarak Di sudut pulauDi seberang sanaHewan dan tumbuhan saling bercengkramaRotasi aliran hidup yang damaiSenangLepas dan berdamai Tanah Airku Angin berdesir dipantaiBurung meratus dengan merduEmbun pagi membasahi rumput-rumputItulah petak airku Sawahnya menghijauGunungnya janjang menjulangRakyat aman dan rani IndonesiakuTanah tumpah darahkuTuntun dan rawatlah selalu Disanalah aku dilahirkan dan dibesarkanDisanalah aku mengerudungi netraOh, petak airku tercintaIndonesia Jaya Permainya Desaku Sawah mulai matangMentari menyambut datangnya pagiAyam kerunyuk bersahutanPembajak bersiap hendak ke sawah Padi yang bau kencur siap untuk dipanenPetani bersuka bergaduk beramai–ramai memotong padiGemercik air sungai semacam itu beningnyaBagaikan zamrud khatulistiwa Itulah umbul-umbul desaku yang permai Bulan dan Matahari Siang, sering mengingatkan aku kepada rawiManakala lilin batik, sering mengingatkan aku kepada rembulanKeduanya ubah melengkapi siang dan malam Matahari tidak kombinasi lelah, membiaskan cahayanya di kala siangManakala bulan tidak perpautan tengung-tenging, menerangi malam malam ku Percaturan duaja tidak pernah silap, bulan dan matahari Pada Suatu Hari Nanti Pada satu hari nanti, jasadku tidak akan terserah sekali lagiTapi dalam bait-kuplet sajak ini, kau tak akan kurelakan koteng Plong suatu hari jemah, suaraku tak terdengar punTapi di antara lajur-saf sajak ini, Kau akan tetap kusiasati Pada suatu hari belakang hari, impianku pun tak dikenal lagiNamun di sekedup-sadel huruf tembang ini, kau tak akan erak-letihnya kucari Namaku Alam Perkenalkan, namaku ialah tunggulAku ialah tempat tinggal buat flora dan hewanDimana bagi dabat-hewan aku yaitu apartemen merekaTempat mereka bertumbuh, berkembang biak, dan mencari bersantapMelakukan semua aktivitas nyawa standard Bukan hanya satwa, tumbuhan sekali lagi merasakan hal nan samaBagiku, tumbuhan merupakan perhiasankuDan sato, adalah peliharaanku Aku juga slalu memberi kesejukan bagi penduduk bumiAku memberikan oksigen bagi insanAku juga memasrahkan sumber daya bikin merekaMemberikan mereka energi, kekuatan, perhiasanDan segalanya yang mereka butuhkan Semua itu adalah kapan bumi masih dalam situasi stabilKetika bumi tidak dipenuhi orang sosok serakahMenggunakan sumber dayaku sesuai kebuhannya saja Tapi kini…Manusia hanya memikirkan kepentingannya sendiriMereka tak pernah merefleksikan akuMereka slalu kepingin lebih atas segala apa yg telah diberi oleh-Nya Ketamakan, kerakusan, pengobralanTelah membawaku kepada kerusakanTatap segala yang telah mereka perbuat padakuSetelah apa nan aku berikan pada mereka Mereka membalasnya dengan merusakkuMenebang pokok kayu pohonkuMenyerahkan polusi padakuMemburu fauna hewankuDan merusak ozonku dengan zat zat nan dulu tak perantaraan cak semau di bumi ini Alangkah memilin hati ini rasanyaApakah tak ada pemahaman sedikit kembali dihati mereka?Apakah bukan suka-suka rasa iba mereka atas rusaknya diriku?Alangkah, sungguh, dan sungguh sangat miris hati ini Indonesiaku Indonesia pesona negeri nan indahCantiknya negeri membuat dunia terbawaRagam budaya, ragam musik, ragam tarian dan bahasaMunjung mengisi indahnya nusantara Hutan yang asri, dolok yang hijau, lautan yang biru, dan semua kekayaan alamnya tegar terdidik dan lestariNegeri dengan sejuta simponi, betapa indahnya negri iniIndonesaIndahnya Indonesia Indonesiaku Hijau Secercah harapan kunantiMelihat Indonesiaku hijauPada saat dan kapania semakin lanjut umur Oh, IndonesiaKulihat anda memutihTergerai dentuman industriEngkau semakin redup Oh, IndonesiaBilamana aku menatapmu hijauDengan semburat angin silir-semilirKuingin habiskan berak hidupkuTuk melihatmu tersenyum Alam Dilembah Semesta Angin anyep kelam berderikKabut zakiah menghapus matahariTegak cahyanya pial citraRelief Gunung bercagak langitBerselimut peledak beralas zamrud Tinggi… Drastis…Sejak waktu bukan beranjakDi sanalah sanubari berdetakMati sepi tak berdelan Cermin ilusi di atas telagaMenikung tumbuhan yang melambai warnaDi kisi kaki-kaki hingga ke karya-Nya Di manakah aku berada?Di mana jiwa tidak mengingat rumahDi saat kehidupan serasa teoretis Sungguh jelita permadani iniTerbarkan pesona di atas cakrawalaTak berujung di pandang lamanyaSerasa bertualang di kewedanan tak berencik alam Inilah Persil Airku Di tepi tepi laut angin berdesirKicauan merdu suara penis terdengar saling bersahutanRumput-rumput dibasahi oleh embun pagiInilah tanah airku Hijaunya hamparan sawahTingginya gunung yang menjulangSerta rakyatnya yang kesatuan hati dan berlimpahInilah petak airku Jagalah dan rawatlah dia kerapKarena di sana lah aku dilahirkan serta dibesarkanDan di sana sekali lagi lah aku akan mengerudungi mataOh lahan airku, itulah Indonesia Derai Cemara Udang Angin pesisir disela gerimis mendera pelanSejenak beristirahat di asal pokok kayu-pohon eru udangKemudian memasap ke arah gubuk-saung bambu nan reotTanpa sengkuap di tepian jalanan pantai Burit ini, tiada yang romantis atau membiuskan angan ke kerumahtanggaan khayal yang bekuDan ratusan hari terkubur tutup mulut Pantai ini telah lengangHanya derai cemara udangHanya rintik gerimis yang tidak kunjung redaTidak lagi menjadi hujan baplang Suka-suka yang berubah!Pantai ini merubah dirinya menjadi teduh, hijau dan di beberapa sudut tumbuh padang rumputAda cemara udang, perahu penjala nan sepuluh waktu yang silam belum kulihatIni adalah rantau kenangan Titah Bumi Belum tampak mendung merenung bumiSeberkas haru larut terbalut pening dan menggermangTertuju ratap menatap jiwa-kehidupan munjung rinduHangatkan dahaga jasad yang sendu merayu Bulan tak kepingin membawa tertawa manjaKala perian enggan berkawan pada periodeSaat medalion bersembunyi ranah sendiriTerhapus awan gelap melahap adv amat langit Rembulan memudar cantik menarik pada jiwa iniHitam memang unggul menyerang terangTetapi mekar fajar bersama mentari akan ibingBersama untaian senandung salam bendera pagi Alai-belai Melandaku Habis suara gemuruh di iringi bubuk bangunan yang runtuhTempatku yang asli terlindas terlampauRumah dan harta benda serta jiwa makhluk meruapKau lalap habis aku kekurangan segalanya Mata dunia terpengarah menatap heranMemang kejadian begitu dahsyatUluran tangan dan bantuan mengalirLever manusia punya nurani Tuhan… Mengapa semua ini terjadi?Kali kami mutakadim banyak mengingkarimuKali kami terlalu bangga dengan salah dan dosa-dosaYa Tuhan, ampunilah kami dalam segala dosa Indahnya Alam Negeri Ini Kicauan zakar terdengar merduMenandakan adanya hari bau kencurIndahnya kalimantang ini membuatku terarahSeperti mayapada hanya lakukan diriku Kupejamkan mataku sekelebatKurentangkan tanganku sejenakSejuk, tenang, senang kurasakanMembuatku seperti melayang kegirangan Duhai pencipta alamKekagumanku sulit untuk kupendamDari siang hingga lilin lebahPesonanya tak pernah padam Desiran angin yang berirama di gunung-gunungPohon yang menari-nari di gunung-gemunungBegitu indah rasanyaIbarat indahnya yojana di surga Keindahan alam terasa sempurnaTakhlik semua orang terpanaMembuat semua bani adam terkesimaTetapi, kita harus menjaganyaAgar keindahannya takkan perkariban sirna Pixabay Penanam Desa Himpunan orang-sosok desa mencangkulMemetak-metak sawahIrigasinya digunakan sebagai permainan bocah-bocah di sanaSemua riang tanpa pikulan Air di sungai gemericik terasa syahduMengiringi burung zakar bersenandungGurauan petani dan bocah bocah polosBertelanjang kaki bersama kalimantangMerasakan nuansaKeserasian Syair Tepi laut Kubiarkan ombak mengusap kedua kakikuSeperti mana menari-nari dalam buaian keriaan Kalbumu kupandang jauhJauh di falak kebiruan mengkristal yang mengesakan langit dan lautNamun waktu pun sekejap berlalu beranjak berpangkal pesona Dengan hamparan pasir putihmuDebur ombak yang berdebar dan keceriaan anak-anak tertawaMesem serta lesung pipimuBak guratan batu halus jemari-deriji lantik nan sesekali gelombang menyapanya Waktu yang bukan pernah kembali berjalan malah berlariIjinkanlah kutemuiBukan sekedar untaian impiTeko kubasuh kakiku di pantaimu Segara Indah dan Sirep Lautan yang mulia dan antapTerbantah ikan nan sedang berolok-olok riangDibalik terumbu karang yang tampak kokohBersama tanaman laut yang bergerak mulia Manusia yang melihat itu adv amat tergodaLauk ikan berenang dengan tulusAir laut tampak ranah dan lain mengalunSuasana lautan dulu nyaman dan antap Panorama Alam Kintamani Momen ku memasuki areamuKuhirup hawa sejukBergerak sewaktu ke mungkum hatikuSeakan-akan alam sepenuh ramah menyambutku Wow ajaib karya TuhanDia telah merancangkan segala yang asing resmiLihatlah karya tangan-NyaPanorama alam Kintamani Amazing… Kintamani begitulah orang menamai dirimuRangkaian rangkaian gunung, pepohonan, bunga-bunga menyemarakkan alam Kintamani Melihatmu… Menikmatimu…Betapa dapat melepaskan stressMemberi ira mentah n domestik hidupkuMemberi kesegaran hayat ragaTerimakasih KintamaniTerima kasih bagi-Mu Si Maha Kuasa Tangan Tidak Berkewajiban Bertabur segalanyaAkibat yang primitifNamun terik nan ki akbarTerlihat seremonial namun menghancurkan Mega yang segar kini bukan terserap sekali lagiBurung yang gelojoh berkicau masa ini tidak tampakkan keelokkannya kembali Api membara, terus membakarKhalayak rayap pemusnahPamrih yang musnah Ribuan cucu adam mumbung awan kelabuTangis merincis hatiKesengsaraan bertubi-tubiBagai bahara diatas gunung yang tertimbun padatBagai punuk gunung Hamparan sabana kaya nan mentahMutakadim berubah hitamTak terpandang jernihnya airBukan terbantah habitat disana Mereka menyingkir mengejar perlindunganJangan salahkan! Bila mereka mengancam wargaMemangsa hewan peliharaan hinggga melakukan kerusakan Mereka berlarian mencari rahimKehidupannya telah direnggut oleh tangan tangan tak bertanggungjawabBetapa siksaan bikin hewan-satwa disana Sajak Melodi Senja Menampakkan diri bukanlah situasi yang pelikSenja, lain akan lupa dimana beliau harus terlihat indahJingga nan terlukis, terpatri dalam spirit cintanyaSedetik, dua detik dia akan dibenci Namun, kebenciannya bosor makan dirindukanPenikmat sore selalu menanti kehadirannyaNuansanya mendominasi Nabastala seantero sejagat raya Indonesiaku, Tanah Airku Pesonanya nan indah, itulah IndonesiakuMenciptakan menjadikan dunia terpesona akan kehindahannyaBudayanya yang beragamMusiknya yang berjenis-jenisTarian serta bahasanya juga majemukItulah lahan airku Hutannya yang tumbuh asriGunung-gunung yang menjulang baruLautannya yang dramatis terhamparSerta semua kekayaan alamnya mengisi indahnya nusantara Tetaplah sira terjaga serta lestariNegeri yang terkenal dengan sejuta simponiDahulu indah negeriku iniOh IndonesiaKau lah negara yang sangat indah, tanah airku Pixabay Puisi Tentang Rasa dan Frasa Alamku Berpangkal sudut perkotaan nan hingar bingarMenempatkan radar pada puncak se antero jagatTragis! Sorakku berdengungMenuai hasil buruk setelah dijajah oleh penguasa enggak bertuan Menangis!Alam mulai menangisMenyadari mayapada yang semakin goyangNamun, laut menjawabnyaMelalui ombak yang makin menari Luhur jika ku gabungkan bersama lembayung petangTropisnya Negeri, menanyakan aksa untuk berkunjungDetakmu kini. Membuatku semakin yakinAkan keadaan kalimantang yang menyeka ku buat AlamTerima karunia ManjapadaEngkau menjadi penguat dari kekuatan rasa, cinta manusia pada setitik kisah dari manisnya lautan hijau Global Warming Maka dari itu Dhimas Gegana Putra Makin usil peradaban teknologiBertambah banyak terdapat kontaminasiMasa ini pemanasan global terjadiDi seluruh putaran Bumi ini Manusia tak sadar perbuatannyaNan merusak lingkungannyaHewan dan pokok kayu lagi merasaLingkungannya dirusak cucu adam Merangsang menyengat kulit basyarBencana terjadi dimana-manaSemoga saja semua manusiaTakkan pula subversif lingkungannya Keindahan Alam Batapa indahnya bendera iniLaut berkeluk-keluk-ombakAwan berarak-arakMega segar bertiup-tiup Aku berdiri di atas ancalaRemang di bawah langitBuat mengintai keindahan bendera, keindahan manjapada Aku mengagunkan atmaBertahan diri di atas gunungDemi mengintai keindahan pan-ji-panji,Kegagahan ciptaan Tuhan Ancala Yang Sudah lalu Lama Gersang Aku dulu dilahirkan dalam alam yang permaiDibuai privat lindungan alam yang muliaYang selalu mengingatkan aku lega belaian pertiwiSelalu bersenandung rindu dalam dekapan kalimantang Semua kini sudah lalu n domestik pandanganEntah ke mana dan menjadi apa umbul-umbul yang ku kenang duluBagai ditelan kerumahtanggaan rakusnya insan jahanamYang tiada magfirah dalam hidupnya Gegares terasa pedih di hati iniTerpenggal sembilu internal jiwa-jiwa nan kerdilTerluka dan terobek sampai ke dalam sanubariTiada berbekas akan sakitnya lever Kemana centung kucari lagiIndahnya alam yang telah melahirkankuKemana aku melawankan cak bagi kembalinya alam permaikuSemua telah gersang tanpa kendali dan manusia tinggal menuai bencana Kutunggu basyar-anak adam baru bagi berkaryaTiada akal yang bisa menggapaiEntah kapan akan kembaliArgo dan ngarai yang kembali tumbuh sekali lagi Bumiku Makanya Tommy Agus Purnomo Kau sapa hadirku, dengan sejuk udaramuDekap aku dalam plonco peluk manjamuKau ceritakan rimbun daunmuKau kabarkan pada nasar, plong kumbang, puas setiap penjuru Kau hapuskan rindukuRindu hutanku, rindu alamku, rindu bumikuLain kepingin kusiakanKau janjikan damai dalam kenyataan Kutitipkan cikal tonggak lautanBiarkan akarnya menembus bumimu, memeluk asaMenjagamu setiap periodeDalam damai sejuk dan baru Bumiku Ciliwung, Telaga WarnaKu kan pun dengan ceritaAdapun aku kau semesta rayaMorong kujaga selama periode Menembus Hutan Oleh Muhammad Hatta Kami memencilkan ke satu tempat yang jauh dari kotaJauh pula dari kebisingan, polusi, dan penyakit jiwaAku bersama jodoh baruku menembus rimbaBertualang dapatkan ilmu mentah dan segarkan mata Rindang, tinggi, dan sejuknya pepohonanBersekutu baik dengan suara hewan damaikan pikiranAku hinggap buat pelajari hal ihwal alasLain tuk buka lahan justru tebang pepohonan Aku dan temanku nomplok dengan maksud baikKalian jangan takut apalagi histerisOh Allah, semoga hutanku setia hijau, asri, dan awetJauhkanlah hutanku dari fraksi mafia rakus penuh persekongkolanNan akan bakar hutan tuk kaprikornus jalanan dan siuman gedung dan gudang dengan tumbangkan pepohonan demi keuntungan dan penuhi lemari besi logamSonder hiraukan keseimbangan dan spirit anak cucu nanti Pixabay Keindahan Alam Ternodai Bukan main alangkah indahnya pan-ji-panji iniHutan lebat nan bau kencurDengan beragam tanaman eksklusif di dalamnyaGunung-gemunung yang tinggi menjulangYang ketinggiannya mencakar langitLaut biru yang amat luas seluas mata memandang Akan tetapi… Tangan-tangan manusia dengan sesenangnya merusak alamPohon-tanaman ditumpas lewat tak bersisaSungai-bengawan ternodai limbah industriHutan-hutan dibakar lampau tak keruan Kok manusia merusak alam?Bukankan alam sendiri yang menyediakan kebutuhan manusia?Sementara itu anak adam akan terkena dampaknya jika mereka merusak alam Indahnya Alam Ini Batapa indahnya alam kita iniOmbak bergemuruhPeledak senyuk menentramkanDomba putihpun bingung memusat kemari Kita berdiri dengan beralaskan persilKita merembah dengan beratapkan langitUntuk mengaram keindahan alam sekitarKegantengan umbul-umbul yang terhampar luas Akan ku pertaruhkan nyawa iniAkan ku pertahankan tubuh iniBersitegang pada tanduk sebuah gunungDemi kagumi keindahanmu Bumi Berfirman Belum nampak mendung membentangi langitSeberkas haru nan larut terbalut cemas dan kaburTerpaku keluh menatap jiwa nan penuh ribangSejukkan dahaga spirit serta sendu merayu Bulan tak ingin membawakan tawa manjaRasi waktu tak ingin berteman pada lilin batikSaat bintang bersembunyi bertarget sunyi sendiriTerhapus awan gelap yang menutupi langit Bulan tampil dengan cantik mengganjur lega atma iniHitam memang berjaya meliputi terangSaja si fajar bersama rawi akan menariBersama senandung salam pada umbul-umbul pagi Desa Damai Kau adalah tempat nan terindahJauh dari ramainya kota Yang munjung dengan kesibukan dan kemacetan Tempatmu yang penuh dengan pepohonanMenjadikanmu palagan nan akur, Jauh dari kebisingan kota yang cangap melanda Kau adalah tempat nan indahDengan barisan bukit dan pepohonanKau membuat sosok selalu ingin nasib di tempatmu Syair Garam Geram Maka dari itu Ali Amrullah Geram garamku terguyur hujanKencang angin tak imbang mentari menyinarGeram garamku kosong airku“Jarangan” munjung tidak pernah mengalirTidak ada air “Jokan”Tambahan pula “Snitan” Geram garamku deru terus menggeledek“Glinding” menganggur“Kerokan” manyunTak terserah yang mesti berputarAir Berida dibalas Air Cukup umurTidak perlu “Meleram”“Ngeleb” malar-malar… Geram garamku diamkan sekadarTak ada Air 20Pun jua 25 Geram garamkuAku pun geram…Tak perlu menyumpahi gelap sore langitTidak Perlu menyeranah Tuhan “Kumbang” dulu romantis“Laut” pun burung laut senyum manisKini…“Barat” menyeringai Bintang Saat malam tiba dengan langit yang gemerlapSaat itu juga akupun menginjak tersenyumMelihat bintang dengan berpijarBagaikan serakan minta pada nyawa Sekadar hatiku kian murungSaat awan hitam mulai menghampari langitSaat medali itu mulai tertutup gelapSampai-sampai ketika sinarnya start meredup tak terbantah Saat terangnya mengandam langitSering ku pandangi bintang yang paling pendarDan ingin rasanya ku petik lakukan manjakan leverMudah-mudahan hidupku ini mumbung dengan maksud Keelokan Standard Saat aku perlahan membuka mataku, ku tak berkeyakinan bahwa itu konkretAku masih berpikir dalam-dalam, mungkin aku masih melamunNamun aku sadar bahwa keindahan itu nyata Sungguh cantik tertumbuk pandangan lautan dramatis terbentang luasGunung nan berbaris tidak beraturanLangit yang berhiaskan pelangi nan memiliki keindahan suatu sama tak Deburan Ombak Ombak yang menerjang di lautGanti berkejar memecah di batu karangMenghempasnya, hingga tertumbuk pandangan aneka keong nan bertebaran mulai sejak dasar lautan Ombak yang menerjang terdengar tiada hentiSeolah menyerahkan pesan pada kitaBahwa kalimantang ini tercipta seperti itu indah nan memberikan kenyamanan pada kita Berandapuisi tentang tema keragaman sumber daya alam di lingkungan sekitarPuisi Tentang Sumber Daya Alam Di Lingkungan Sekitar Akankan kita ciptakan malapetaka karya. Selain itu nyaris sedikit atau bahkan tidak ada keuntungan perusahaan yang dikembalikan kepada masyarakat. Http Eprints Ipdn Ac Id 5384 2 Analisi 20potensi 20wilayah 20full Pdf Amatlah miris wajah kotaku tentang sumber daya alam di lingkungan sekitar. Ada banyak puisi anak di halaman ini puisi puisi tersebut dipilah dalam beberapa tema ada puisi anak tentang alam keluarga kesehatan binatang ada puisi anak dengan tema budi pekerti dan permainan ada juga kumpulan puisi dengan berbagai tema lainnya. Bagaimana tidak indonesia yang terkenal juga dengan sebutan zamrud katulistiwa merupakan negeri dengan sumber daya alam melimpah serta dianugerahi pula pemandangan alam yang indah dan menawan. Puisi punya banyak kategori seperti puisi cinta yang banyak disukai oleh kaum muda puisi perpisahan yang biasa dilantunkan saat perpisahan sekolah ataupun perpisahan dengan sahabat. Sosial dikarenakan ketidaksesuaian dengan situasi lingkungan sekitar. Makna puisi dapat ditujukan sebagai wujud rasa syukur dan cinta terhadap kekayaan alam yang diberikan oleh tuhan. Pemilik perusahaan terhadap masyarakat maupun lingkungan di sekitar lokasi perusahaan. Tuliskan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui di daerahmu. Dan berikut adalah contoh puisi tentang dampak sampah terhadap lingkungan bagian keempat kumpulan contoh puisi tema lingkungan tentang masalah sampah di kota besar yang bisa dijadikan referensi menulis puisi bertema lingkungan dan puisi tentang alam. Puisi tentang alam dan lingkungan menulis puisi alam merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan ketakjuban akan keindahan alam dan segala isinya. Protes juga dapat dilalukan dengan karya puisi berisikan kritikan perubahan sosial. Puisi alam puisi adalah sebuah karya sastra yang berbentuk tulisan. Dimanfaatkan untuk apakah sumber daya alam itu bagi penduduk di daerahmu. Maka apapun rasa dapat terlukis secara perlahan dari goresan pena yang mengalur menjadi diksi bermakna. Kumpulan puisi lingkungan tentang peduli alam puisi kumpulan puisi lingkungan tentang peduli alam atau puisi kebersihan lingkungan lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti flora dan fauna dan sebagainya hal hal inilah di ulas dalam puisi alam dan puisi alam sekitar kepentingan menjaga alam. Buatlah laporan hasil diskusi kalian tersebut. Tuliskan sumber daya alam yang dapat diperbarui di daerahmu. Contoh puisi tentang keindahan alam hidup di negeri ini sepertinya merupakan anugerah bagi kita semua ya sob. Menjaga sumber daya alam berupa timah agar tidak di eksploitasi oleh masyarakat lokal. Puisi tentang alam tentunya mengingatkan kita untuk selalu peduli terhadap alam sekitar kita. Investor hanya mengeduk dan mengeksploitasi sumber daya alam yang ada di daerah tersebut tanpa memperhatikan faktor lingkungan. Masyarakat lokal dilarang untuk menambang menjual serta menyimpan. Itulah contoh puisi tentang alam. Puisi bisa menjadi ungkapan kita akan sesuatu yang kita lihat dan kita rasakan dengan kata kata yang imajinatif. Dengan adanya puisi di atas semoga kita tetap menjadi orang orang yang cinta dan peduli dengan alam sekitar. Carilah informasi mengenai sumber daya alam yang terdapat di daerahmu. Ips Tema 6 Yg Baik Tolongin Saia Jangan Ngasal Brainly Co Id Konservasi Sda 2003 Puisi 4 Bait Setiap Bait 4 Baris Keragaman Sumber Daya Alam Lingkungan Brainly Co Id Puisi Dengan Tema Keragaman Sumber Daya Alam Di Lingkungan Sekitar Brainly Co Id Uv20 Tuliskan Contohkd 4 8 Memberdi Sekitarmu Terdapat Sumber Daya Alam Yang Harus Kamu Brainly Co Id Buatlah Puisi Dengan Tema Keragaman Sumber Daya Alam Di Lingkungan Sekitar Puisi Terdiri Dari 4 Brainly Co Id Tuliskan Cara Memelihara Sumberdaya Alam Khususnya Barang Barang Yang Sulit Terurai Seperti Sampah Brainly Co Id Buatlah Puisi Dengan Tema Keragaman Sumber Daya Alam Di Lingkungan Sekitar Puisi Terdiri Dari Empat Brainly Co Id Puisi Tentang Alam 8 Bait Koleksi Puisi Lanjutannya Puisi Biasanya Pasar Terapung Mulai Ramai Sejak Subuh Hingga Menjelang Siang Barang Brainly Co Id Kumpulan Contoh Puisi Bertema Keindahan Alam Dan Lingkungan Hidup Pilihan Terbaik Obatrindu Com Video Cr Suneosuneo60 Tiktok Fotografi Alam Pemandangan Khayalan Pemandangan Pdf Tinjauan Historis Politik Sumber Daya Alam Dan Gerakan Lingkungan Dewa Gumay Academia Edu Penilaian Sumber Daya Alam Kompasiana Com Sumber Daya Alam Kelompok Ppt Download Kumpulan Contoh Puisi Anak Sd Tentang Alam Contoh Kumpulan Puisi Baru Terbaik Pesan Konservasi Dalam Puisi Puisi Tentang Cycloop Kementerian Lhk Tuliskan Jenis Barang Yang Dihasilkan Setiap Pekerjaan Dan Jenis Sumber Daya Alam Yang Digunakan Tribun Padang puisi tentang lingkungan. Foto Unsplash/v2oskPuisi tentang Lingkungan AlamMenyadap Ilham di Tepian SamuderaAngin laut telah menerbangkantumpukan kata-kata bermaknayang tercerabut dari akar jiwamenjelma serpihan buih anganyang menebarkan puing yang laut menyapa lagiseraya membisikkan gelorauntuk menyadap ilhamyang tengah berkeliarandi sekujur tepian samuderaYogyakarta, 19 Mei 2018puisi tentang lingkungan. Foto Unsplash/Frank McKennaDi Gerbang SamuderaSaat lidah riak ombakmencumbui bulir pasirdi sekujur bibir pantaigetar birahi bertandangmenjamahi kisi rindumembujuk bara hasratmerayu bayang dirimuKidung syahdu menggemadigamit desir angin lautmerambah ke sudut jiwamengarsir selembar harapdi atas kanvas nuranidan aku pun menunggumudi gerbang samuderaYogyakarta, 1 Mei 2018Dalam Pelukan BiruBiru air bersimpuhdi kaki gunung hijaumembasuh dahaga pertemuandan memerdekakan jiwadari seikat kembang memeluk gunungmeneduhkan renjana bergelorameredam bara nyala emosiyang menggersangkan memeluk gunungmenyimakan getir tersembunyimenuntun gemulai liuk mata penamembatik untaian aksara jiwamenjelmakan syair yang 25 Mei 2018puisi tentang lingkungan. Foto Unsplash/Kalen EmsleyIndah yang Tak KekalMencoba mengungkap maknadi balik rindangnya pepohonanhidup lalu tumbuh menghijauberangsur renta daun berguguranbatang meranggas akar merapuhdidera ganasnya laju ada keindahan yang kekalpada tiap jangkah kehidupanbahkan mata air pegununganyang janjikan kesegarandi tiap bulir tetes airnyabisa tetiba hilang 20 Mei 2018 Buku Kumpulan Karya Lomba Puisi-Cerpen-Essay Ekologi Penerbit AEER [Aksi Ekologi & Emansipasi Rakyat] Tebal 235 halaman Tahun Terbit Desember 2020 Media patner Mongabay Indonesia, Wong Kito ** Aktivitas ekonomi ekstraktif di Indonesia, seperti penambangan batubara, bukan hanya menjadi sumber pemanasan global, juga menimbulkan berbagai persoalan bagi masyarakat. Tapi selama ini, mereka hanya menjadi objek dari kampanye, baik melalui aksi unjuk rasa, upaya hukum, pemberitaan atau melalui karya seni seperti sastra, seni rupa dan pertunjukan. Bagaimana jika masyarakat yang menjadi subjek, langsung menyuarakan berbagai persoalan akibat penambangan batubara tersebut? Banyak kejutan yang saya rasakan, ketika membaca sejumlah puisi dan cerita pendek [cerpen] yang terhimpun dalam buku digital “Kumpulan Karya Peserta Lomba Puisi-Cerpen-Essay Ekologi” yang diterbitkan AEER [Aksi Ekologi & Emansipasi Rakyat] pada pekan pertama Desember 2020. Batubara yang hingga saat ini menyisakan banyak persoalan lingkungan, mulai dari lubang bekas tambang hingga tumpahannya yang mencemari lingkungan. Foto Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia Buku ini merupakan kumpulan karya para pemenang lomba penulisan puisi, cerpen dan essay yang digelar AEER dan Teater Potlot, didukung Mongabay Indonesia dan Wong Kito sebagai media partner sejak Juli-Oktober 2020. Para peserta lomba karya sastra ini diprioritaskan bagi pelajar [SD, SMP dan SMA] di Kabupaten Muara Enim serta kabupaten dan kota sekitarnya seperti Lahat, PALI [Penukal Abab Lematang Ilir] Prabumulih, termasuk Palembang, Sumatera Selatan. Akan tetapi, target utama lomba adalah, khusus para pelajar yang berada di Kabupaten Muara Enim. Kabupaten ini merupakan wilayah yang cukup tinggi aktivitas penambangan batubara, baik legal maupun ilegal, serta adanya dua PLTU [Pembangkit Listrik Tenaga Uap] yang tengah dibangun. Muara Enim memiliki cadangan batubara sekitar 9,78 miliar ton dengan luas konsesi sekitar hektar. Luasan ini di luar lahan penambangan batubara ilegal yang cukup marak. Buku ini menampilkan empat puisi pemenang kategori sekolah dasar [SD], usia 7-13 tahun, yang dimasukan dalam buku ini. Yakni “Kembalikan Ladang Kami”, “Sepedah, Ikan dan Batubara’, “Jikalau Ia Bernarasi” dan “Emas Hitam!” Kemudian puisi kategori SMP dan SMA yakni “Napas Yang Terbunuh”, “Suara”, “Cerita Dari Talang”, “Rintihan Hati”, “Duniaku”, “Suci”, “Biasa”, “Si Hitam yang Jahat”, “Jumantara, Kala Itu”, “Akibat Batubara dan PLTU”, “Mutiara Hitam”, “Rintihan Kalbu”, “Bayangan Kelabu”, “Kembalikan” dan “Secuil Debu”. Cerpen kategori SD menampilkan “Air Mata Annisa”. Lalu kategori SMP dan SMA yakni “Lorong Bisu”, “Futur Laskar”, “Polusi dan Amarah”, “Pertambangan Batubara”, “Derita di Lingkar Tambang”, “Belajar Demi Indonesia”, “Jalan-Jalan dan Batubara”, “Hijau Menjadi Kelabu”, “Ketika Panas dan Kering Menerpa”, “Senja di Hati Yasa”, “Aku Pembunuh”, “Lukisan Asap”, “Live In”, dan “Di Sebuah Surga yang Gersang”. Cover Buku Kumpulan Karya Lomba Puisi-Cerpen-Essay Ekologi. Ilustrasi AEER [Aksi Ekologi & Emansipasi Rakyat] – Teater Potlot Essay [esai] yang diikuti mahasiswa yakni “Dampak Pertambangan Batubara dan Upaya Alternatif Berkelanjutan Bagi Lingkungan Sekitar Pertambangan Batubara di Sumatera Selatan”, “Pertambangan dan Ekosida Mengapa Indonesia Harus Segera Meninggalkan Industri Pertambangan”, “Nasib Ibu Bumi di Tengah Kepungan Tambang”, “Terapkan Teori Ekologi dalam Praktik Pertambangan di Indonesia”, “Daya Rusak Pertambangan Batubara dan PLTU Bagi Kehidupan”, “Dampak Pertambangan Batubara dengan Pengaruh Perkembangan PLTU di Sekitarku dan Solusi yang Dapat Kita Terapkan”, “Green Mining di Sumatera Selatan Bukan Sebatas Wacana”, dan “Dampak Negatif Pertambangan Batubara dan PLTU Bagi Kehidupan di Provinsi Sumatera Selatan”. Sementara esai kategori umum yakni “Batubara Menggubur Lahat yang Indah”, “Lumbung Energi Membawa Bencana”, “Setelah Satu Abad Batubara di Sumsel”, “Ancaman Tambang Batubara dan Beroperasinya PLTU Bagi Kehidupan”, “Ketika Perut Bumi Dikeruk dan Dagingnya Terus Dibakar”, “Kuantifikasi Dampak Penggalian Batubara Terhadap Keseimbangan Ekologis di Sumatera Selatan”, “Dampak PLTU, Seganti Setungguan, dan Perempuan”, “Dampak Eksploitasi Tambang Batubara Terhadap Lingkungan”, “Bagai Batu Bara dalam Sekam”, dan “Cerita di Balik Tambang”. *** Bentang alam di wilayah Sumatera Selatan yang dulunya hutan dan perkebunan rakyat kini menjadi danau pasca-aktivitas pertambangan batubara. Foto David Herman/INFIS Saya tertarik dengan puisi dan cerpen yang ditulis para pelajar ini. Sebab, banyak pemahaman yang melampaui pengetahuan anak-anak seusianya. Bahkan pilihan diksi, tipologi penulisan, sangat mengejutkan atau dapat dikatakan seperti karya mereka yang sudah terbiasa menulis puisi atau cerpen. Namun terlepas adanya kemungkinan “intervensi” dari guru, saudara, keluarga dalam proses penulisan tersebut, proses kreatif itu sendiri akhirnya membangun kesadaran mereka akan dampak pertambangan batubara. Retak, menjalar ke mana mana Tanah Sriwijaya menangis. Mungkinkah luka ini teramat parah, karena tak tampak lagi bambu dan padi, kembang ilalang jua pergi Puisi yang ditulis Sintia Bella Anggraini, anak SDN 21 Talang Ubi, sangat luar biasa. Sebagai seorang pelajar SD, dia mampu menggambarkan kondisi lahan akibat penambangan batubara, “Retak, menjalar ke mana-mana”. Kondisi ini dia benturkan dengan sentimen Sriwijaya, “Tanah Sriwijaya menangis”. Ini menunjukan sang pelajar sangat memahami sejarah Sriwijaya yang selama ini menjadi narasi pemerintahan di Sumatera Selatan saat menjalankan pembangunan. Lubang tambang batubara ilegal hasil investigasi PINUS, HaKI dan Harian Tribun di Muara Enim, Sumatera Selatan. Foto Dok. PINUS Aku tidak dapat sepeda dari Pak Jokowi, karena tidak bisa menjawab nama-nama ikan. Dari kecil tak kujumpai tilapnya lagi. Padahal kata bapak di sungai enim banyak ikan. Aku mau sepeda. Tapi bapak tidak membelinya. Kebun karet bapak sudah jadi tambang. Puisi berjudul “Sepedah, Ikan dan Batubara” yang ditulis Wahyu Hendrawan, pelajar SDN 204 Palembang, juga sangat mengejutkan. Seorang pelajar di Palembang, yang jaraknya puluhan kilometer dari lokasi penambangan batubara, mampu membenturkan persoalan batubara dengan tradisi Pak Jokowi [Presiden Joko Widodo] yang suka memberikan hadiah sepeda kepada pelajar yang mampu menjawab pertanyaan darinya, ketika kunjungan kerja. Wahyu pun mampu membayangkan dirinya sebagai anak seorang petani karet yang kebunnya sudah dijual atau digusur sebagai tambang [batubara]. Kondisi jalan di lokasi tambang batubara ilegal di Sumatera Selatan. Foto Najib Asmani Jikalau ia dapat bicara apakah ia akan menyuarakan lukanya? Apakah yang ia rasa? Akankah ia berteriak meronta-ronta? Sama seperti dua puisi sebelumnya, puisi berjudul “Jikalau Ia Bernarasi” yang ditulis Maycel Victor Valensya, SDN Talang Mandung, juga luar biasa. Pilihan diksi, tipologi, dan kedalaman penghayatan sungguh mengagumkan. Sebanyak 11 pekerja tewas tertimbun di lokasi penambangan batubara liar, di Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, 21 Oktober 2020 lalu. Foto Dok. Polsek Tanjung Agung, Muara Enim, Sumsel Kemampuan penulisan puisi para pelajar SD ini mungkin di atas atau sebanding dengan puisi yang ditulis pelajar SMP dan SMA yang mengikuti lomba. Ada sebuah rasa yang tersirat Di dalam jiwa, Entah kenapa pikiranku tertuju pada satu titik. Puisi berjudul “Rintihan Hati” oleh Fitriah SMKN 1 Gelumbang sangat sederhana. Sebagai seorang pelajar SMA dia masih berkutat dengan rasanya sebagai seorang anak, yang menyaksikan berbagai persoalan lingkungan seperti penambangan batubara. Terlepas apakah puisi-puisi ini ditulis adanya campur tangan orang lain atau siapa pun yang menulisnya, puisi-puisi ini menunjukan bagi masyarakat Sumatera Selatan, khususnya di kabupaten dan kota yang terdampak penambangan batubara, aktivitas ekonomi ekstraktif tersebut sangat merugikan. Baik secara sosial maupun lingkungan. Persoalan hilangnya ladang, rusaknya sungai, identitas, merupakan fakta yang dirasakan masyarakat sebagai akibat penambangan batubara. Ini juga membuktikan tidak semua masyarakat bahagia dengan kehadiran penambangan batubara tersebut, karena dampak ekonominya, yang dijanjikan membuat mereka hidup makmur. Kejutan juga saya rasakan pada cerpen yang ditulis pelajar SD. Cerpen berjudul “Air Mata Annisa” yang ditulis Alya Khairunnisa, sungguh membuat saya terkagum. Seorang pelajar SD mampu merekam dan menggambarkan konflik tentang seorang pelajar yang menjadi korban kekerasan saat memperjuangkan sekolahnya dari penggusuran perusahaan batubara. Dia bukan hanya mengenal sosok wali kota, presiden, juga aktivis. *** Tagboat yang setiap hari menarik tongkang yang mengangkut batubara di Sungai Musi. Foto Foto Ikral Sawabi/Mongabay Indonesia Terlepas dari semua itu, upaya AEER pantas untuk diapresiasi. Seperti dinyatakan Pius Ginting, Koordinator Perkumpulan AEER dalam buku ini, “Urusan sastra adalah mengungkap hubungan antara manusia dan lingkungannya. Mengutip penyataan DH Lawrence, penulis Inggris berasal dari kawasan tambang batubara Inggris, “Seni adalah mengungkap hubungan antara manusia dan alam”. Pius menuturkan, pengungkapan hubungan manusia dan lingkungan yang terdampak batubara ini telah dimulai dari perserta yang mengirimkan karyanya. “Semoga karya sastra dan esai bisa terus menjadi bagian dari penyelesaian persoalan lingkungan yang ada.” Nila Ertina, juri penulisan puisi, menyampaikan pesannya. “Orisinalitas karya tulis menjadi catatan penting dalam setiap produk yang dihasilkan, karena itu adalah modal bagi penulis untuk terus berkarya dengan mengedepankan kejujuran dan empati yang tinggi, terhadap permasalahan yang diangkatnya.” Sementara Okky Madasari, juri penulisan sastra lainnya mengatakan, bagi dirinya yang juga mengejutkan adalah bagaimana baiknya kualitas rata-rata cerita yang masuk. Mereka semua adalah pelajar sekolah menengah dan jauh dari sebutan penulis profesional. “Bahkan pemenang lomba ini adalah pelajar tingkat SMP. Penjelasan baiknya, mutu karya-karya yang masuk hanya satu mereka bercerita jujur karena mengalami sendiri penderitaan ini. Tidak ada kisah yang bisa mengalahkan cerita yang dikisahkan langsung dari hati.” Harapannya, seperti dikatakan Sapariah Saturi, juri penulisan esai, mudah-mudahan tulisan para peserta tak terhenti di lomba. Semoga, mereka terus menulis. “Menceritakan, merekam, atau memotret kondisi dan fakta lapangan, kesulitan warga, kerusakan lingkungan hidup, dampak operasi tambang batubara dan PLTU ini, harus terus berlanjut.” Artikel yang diterbitkan oleh

puisi tentang sumber daya alam yang dapat diperbarui