Olehsebab itu penting bagi negosiator untuk menjaga situasai yang demikian itu agar tidak mengganggu jalannya negosiasi. 2. Kemampuan yang Berhubungan dengan Sifat, Karakter, atau Kepribadian Baca Juga Mencegah Kehilangan dan Pencurian Barang di Toko Memelihara Keamanan dan Kebersihan Toko Menyusun Display Mengikuti Standar 30soal pilihan ganda tentang negosiasi. 1. Yang tidak termasuk struktur dari teks negosiasi adalah . a. Orientasi. b. Penghiburan. 2. Di bawah ini yang bukan merupakan unsur-unsur yang harus ada dalam negosiasi ialah. TanggalSatu Lahir pada tanggal satu berarti Anda mempunyai kema uan yang keras, mandiri dan percaya diri. Orang lain mungkin berkata Anda "terbanyak berpikir" karena Anda lebih suka berencana namun tid lalu ak benar-benar menjalankannya. Anda cenderung mendiagnosa apa yang salah daripada membenahinya. ItulahPenejelasan dari Pertanyaan Berikut ini adalah sifat-sifat seorang wirausahawan, kecuali? Kemudian, kami sangat menyarankan anda untuk membaca juga soal Jarak rumah Siti dan rumah Udin adalah. . . m lengkap dengan kunci jawaban dan penjelasannya. Apabila masih ada pertanyaan lain kalian juga bisa langsung ajukan lewat kotak komentar dibawah - Danharus mampu bersikap fleksibel dengan semua golongan. Memiliki toleransi, sifat ini harus dimiliki oleh seorang negosiator ulung. Karena seorang negosiator harus memiliki sifat yang toleran kepada orang lain dan tidak hanya mengandalkan emosi saja. Dapat menahan diri, seorang negosiator harus mampu menahan diri atau menahan emosi. Kebanyakanorang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. [3] Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya agarnegosiasi telepon tetap berjalan secara santun, perhatikan perilaku-perilaku berikut. 1 mengucapkan salam pembuka. 2 menggunakan kata-kata yang padat. 3 memperhatikan giliran berbicara. 4 menggunakan intonasi suara dengan jelas. 5 dengan sopan meminta lawan bicara mengulang tuturannya jika tidak jelas. 6 tidak berbicara terlalu keras. 7 IJnfG4. Selamat mengerjakan ^-^ Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! 1. Jika dalam suatu negosiasi, pihak Anda tidak memenangkan negosiasi, yang tidak selayaknya Anda lakukan adalah a. menerima dengan sikap positif a. memperjuangkannya lagi di lain kesempatan b. menghargai keputusan yang telah disepakati c. menyadari bahwa pihak Anda memang masih banyak kekurangan d. mengusahakan jalan pintas yang licik 2. Berikut ini pernyataan yang tidak benar dalam bernegosiasi adalah a. Sebelum bernegosiasi, orang yang bernegosiasi harus melakukan persiapan. b. Pakailah segala cara untuk memenangkan negosiasi. c. Orang yang bernegosiasi harus saling menghormati. d. Orang yang bernegosiasi harus mematuhi aturan. e. Usaha berdiskusi, tidak berdebat dan hindari pula konfrontasi, percekcokan, dan perseteruan. 3. Pernyataan yang tidak tepat dalam penyampaian pendapat dalam negosiasi adalah a. menyampaikan pendapat yang dapat menyakinkan mitra bicara. b. menyampaikan pendapat dengan kalimat yang menarik c. menyampaikan pendapat dengan kalimat yang santun d. menyampaikan pendapat dengan ucapan-ucapan licik e. menyampaikan pendapat dengan argumentasi yang benar 4. Penyampaian negosiasi memenuhi kriteria berikut, kecuali a. logis d. lugas b. sistematis e. subjektif c. mendalam 5. Seorang negosiator harus mempunyai sifat berikut, kecuali a. supel b. pemurah c. terpecaya d. terampil bicara e. luwes 6. Kata negosiasi berasal dari bentukan a. negasi + asi b. negasi + iasi c. negoi + asi d. nego + siasi e. negoi + iasi 7. Program kerja harus bersifat realistis, maksudnya a. sesuai dengan keadaan b. sesuai dengan harapan c. dapat dipertanggungjawabkan d. dapat diwujudkan secara nyata e. dapat menghasilkan uang 8. Program kerja harus bersifat logis, maksudnya a. dapat dicerna akal b. mudah dicerna akal c. uraiannya tidak berbelit-belit d. mudah dipahami e. tidak bertentangan dengan kenyataan 9. Program kerja harus bersifat ekonomis, maksudnya a. membutuhkan biaya banyak b. tidak memerlukan biaya besar c. tidak membutuhkan anggaran d. tidak sulit dilakukan e. membutuhkan banyak pihak yang terlibat 10. Ungkapan bernuansa konflik yang harus dihindari adalah di bawah ini, kecuali masuk akal b. tidak benar sama sekali c. boleh–boleh saja d. mustahil dilakukan e. banyak negatif 11. Kesatuan sebuah ungkapan harus didasarkan pada pertimbangan di bawah ini, kecuali a. menghargai mitra bicara b. memilih kata yang baik c. menyusun perencanaan lain d. menyanggah pendapat lain e. mencabut hak bicara bagi yang menolak 12. Kesimpulan rapat dari panitia pelepasan siswa kelas 3 SMK Jaya Bakti … a. Menolak pertunjukan dangdut. b. Menyetujui diadakan pertunjukan dangdut. c. Ragu-ragu dalam mengadakan pertunjukan dangdut. d. Tidak boleh diadakannya pertunjukan dangdut sebab terlalu e. Alasan saudara Joni, dangdut merupakan khas Indonesia. 13. Contoh tanggapan yang santun dalam kalimat diskusi a. Saya tidak terima dengan tanggapan Saudara, bahwa musik dangdut itu murahan. b. Saya sependapat bahwa musik dangdut itu vulgar. c. Maaf Saudara Dini, tanggapan lagu dangdut saya terima. Tetapi, lagu dangdut sangat merakyat dan syairnya pun diambil dari kehidupan sehari-hari. d. Saya menolak pendapat Saudara Joni tentang musik dangdut. e. Maaf saudara Nita, saya menolak pendapat Saudara Nita tentang lagu dangdut yang terkesan kampungan. 14. Urutan acara sambutan a. Pembukaan oleh panitia, sambutan kepala sekolah, acara hiburan sekaligus penutupan. b. Sambutan kepala sekolah, pembukaan oleh panitia, acara hiburan. c. Pembukaan oleh panitia, berdoa, acara hiburan, dan penutup. d. Berdoa yang dibawakan oleh guru agama, sambutan kepala sekolah, acara hiburan, dan penutup. e. Pembukaan oleh kepala sekolah, sambutan oleh panitia, hiburan, dan penutup. 15. Program kegiatan biasanya dibuat untuk hal–hal yang berkaitan dengan a. pentas seni, paskibraka, pramuka, dan keagamaaan b. kebersihan sekolah, tata tertib sekolah, dan pembayaran uang sekolah c. upacara bendera, keamanan sekolah, dan tata tertib sekolah d. pentas seni, kebersihan sekolah, dan latihan upacara bendera e. kelompok belajar dan paduan suara 16. Negosiasi mengupayakan agar sebuah program kerja atau usulan tidak dibuat seperti di bawah ini, kecuali a. diterima b. direvisi c. diganti d. ditolak e. ditinjau ulang 17. Dalam menyampaikan alasan bernegosiasi, diperlukan sikap-sikap ini, kecuali a. arif b. sabar c. tak mau kalah d. semangat e. penuh pengertian 18. Dalam diskusi “Narkoba”, seseorang peseta mempertahankan penda-patnya. Ungkapan yang santun adalah a. Saudara-saudara semua, tahukah narkoba sangat merugikan. Oleh sebab itu, harus dicegah. b. Saudara-saudara harus paham, dong, kegiatan narkoba oke banget! c. Saudara-saudara harus maklum, narkoba mesti kita berantas! d. Saudara-saudara, kegiatan penyuluhan narkoba perlu kita lakukan sebab memiliki efek yang positif untuk penyalahgunaan e. Narkoba. Saudara-saudara, kalau kegiatan ini ditolak, berarti Saudara semua bandar narkoba. 19. Sebuah rumusan yang merupakan acuan untuk pelaksanaan sebuah pekerjaan/kegiatan disebut a. jadwal kerja b. agenda kerja c. program kerja d. pedoman kerja e. hasil kerja 20. Proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak kelompok atau organisasi dan pihak kelompok atau organisasi yang lain disebut … a. tanya jawab b. bercakap-cakap c. diskusi d. negosiasi e. debat II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. Jelaskan apa yang dimaksud negosiasi! 2. Syarat apa yang harus dimiliki oleh seorang negosiator? 3. Apa yang dimaksud dengan program kerja? 4. Bagaimana cara menyanggah yang santun? 5. Mengapa kita harus bernegosiasi dengan santun? Sumber Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI Istilah negosiasi pasti sudah sangat familiar sekali bagi orang yang terjun dalam dunia bisnis. Di samping itu, terdapat pula istilah negosiator. Lantas, negosiator adalah apa?Di sini akan dijelaskan mengenai istilah negosiator yang pastinya berhubungan erat dengan istilah negosiasi. Penasaran apa yang dimaksud dengan negosiator? Oleh karena itu, simak beberapa uraian berikutNegosiator adalah sebuah profesi yang dikhususkan untuk melakukan negosiasi terhadap sebuah perusahaan. Biasanya perusahaan-perusahaan besar sangat membutuhkan profesi negosiator ini. Banyak juga yang tertarik untuk menjalankan profesi menjadi negosiator saat melakukan proses bisnis, tak akan lepas dari yang namanya proses negosiasi. Proses tersebut sangat penting sekali karena demi terwujudnya kesepakatan bersama yang adil. Tentunya proses negosiasi harus adil serta menguntungkan kedua belah Profesi NegosiatorMenjadi seorang negosiator tidak dapat dilakukan dengan cara yang asal. Ada berbagai kriteria serta syarat agar bisa menjadi seorang negosiator. Di bawah ini, akan disebutkan beberapa syarat menjadi negosiatorHarus mempunyai wawasan yang kemampuan bicara yang cakap serta bisnis yang akan ditawarkan kepada perusahaan atau pihak keahlian dalam mempengaruhi orang kemampuan analisa yang baik serta NegosiatorSeorang negosiator harus memiliki beberapa kemampuan yang akan dipergunakan untuk melakukan proses negosiasi. Kemampuan yang akan disebutkan di bawah ini wajib dimiliki oleh seorang negosiator. Oleh karenanya, simak beberapa uraian berikut1. KecerdasanSeorang negosiator harus memiliki kecerdasan yang tinggi. Kecerdasan yang dimaksud adalah soal wawasan serta pengetahuan. Selain itu, harus juga memiliki kecerdasan emosional yang Percaya DiriKemampuan yang harus dimiliki negosiator adalah percaya diri. Kemampuan satu ini merupakan kunci utama dalam keberhasilan negosiasi. Karena, dengan percaya diri akan membuat pihak lain Penampilan MenarikTak bisa dipungkiri bahwa penampilan yang menarik pasti akan membuat lawan atau pihak lain lebih tertarik. Maka dari itu, seorang negosiator harus mempunyai penampilan yang menarik. Selain menarik, tetapi juga harus rapi serta Toleransi TinggiUntuk kemampuan yang selanjutnya yaitu memiliki rasa toleransi yang tinggi. Karena, dengan mempunyai sikap yang toleransi akan membuat pihak lawan lebih bisa menghargai. Selain itu, harus mampu mengandalkan emosi Pandai BergaulNegosiator juga harus mempunyai sifat yang pandai bergaul. Karena dengan pandai bergaul akan membuat pihak lain menjadi bisa lebih terbuka. Selain itu, harus bisa bergaul dengan semua kalangan dan Tanggung Jawab NegosiatorSeorang negosiator memiliki beberapa tugas penting yang harus dilaksanakan selama proses negosiasi. Berikut akan dijelaskan beberapa tugas dari seorang negosiator secara umum, diantaranyaSebagai pihak penengah antara dua pihak lawan agar proses negosiasi dapat berjalan sebuah kesepakatan bersama yang adil serta saling membuat pihak lawan setuju dengan kesepakatan yang teknik win-win solution dalam proses Menjadi NegosiatorUntuk menjadi seorang negosiator yang handal memang tidaklah mudah. Terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan oleh seorang negosiator agar proses negosiator dapat berjalan lancar. Berikut beberapa tips ampuh menjadi seorang negosiator handal, diantaranya1. AnalisisTips yang pertama adalah dengan melakukan sebuah analisis terhadap latar belakang lawan atau pihak yang ikut serta dalam negosiasi. Hal ini dimaksudkan agar negosiator dapat mengetahui kepribadian si lawan dengan Gunakan Kalimat DiplomatisAgar negosiasi yang dilakukan dapat berhasil, hendaknya negosiator menggunakan kalimat yang diplomatis. Penggunaan jenis kalimat tersebut akan membuat pihak lawan tidak tersinggung. Selain itu, proses negosiasi akan saling menguntungkan Cari PeluangUntuk tips yang berikutnya adalah negosiator harus bisa mencari peluang yang ada. Jangan sampai keputusan yang dibuat merugikan. Usahakan pihak lawan setuju dengan pendapat atau keputusan yang dibuat itulah beberapa penjelasan mengenai pertanyaan negosiator adalah profesi yang bagaimana. Semua penjelasan sudah dijelaskan semua di atas. Jika ingin menjadi negosiator yang baik serta handal sebaiknya menggunakan teknik yang sudah dijelaskan. Selain itu, bisa sebagai gambaran pula mengenai profesi negosiator. La negociación es uno de los aspectos clave en el éxito de las empresas, ya que el negociador no sólo tiene que conseguir una serie de objetivos propios, sino que tiene que dejar a la otra parte de la negociación también satisfecha. Por eso hoy en día se buscan profesionales con cualidades en este sentido, ya que hay algunas características que debe tener un buen negociador sin excepción. Un buen negociador es la pieza clave en la estructura de toda organización. ¿Cuáles son las características de un buen negociador? Se pueden resumir en un número mágico el siete. Los 7 colores del arcoiris, las 7 colinas de Roma, las 7 notas musicales, los 7 mares, y nuestra capacidad de procesar información, 7 más/menos 2. 1. Conocimiento En la aviación se dice que, “volar es opcional pero aterrizar es obligatorio, si vuelas tienes que aterrizar, a las buenas o a las malas”. El negociador debe conocer el tema para aterrizar en la realidad con precisión, y así poder negociar sus ideas con solidez y no defenderlas con violencia. 2. Empatizar Ponerse en el lugar del otro. La empatía constituye un regalo emocional a quién nadie es indiferente y por tanto es la distancia más corta para transmitir un sentimiento. Maya Angelou afirmaba “He aprendido que la gente olvidará lo que dijiste, olvidará lo que hiciste, pero nunca olvidará cómo la hiciste sentir.” 3. Paciencia Poseer habilidades de comunicación en algo que no nos han enseñado en la Escuela ni en la Universidad Preguntar y escuchar. James C. Collins escribe en Good to Great que para triunfar hay que tener como primer objetivo saber preguntar y saber escuchar, porque no hay cosa que nos guste más que sentirnos escuchados, y no hay cosa que hagamos peor que escuchar. Por otra parte, quien sabe preguntar sabe ir del “qué” al “por qué” y al “para qué”, y por tanto puede llegar a las motivaciones profundas del ser humano. 4. Resolutivo En situaciones de bloqueo, es mejor encender una vela que maldecir la oscuridad, y ello requiere capacidad de liderazgo para entender el problema, sin olvidar que para liderar a los demás uno ha de ser capaz de “entenderse a sí mismo”. 5. Firmeza Estar seguro de uno mismo para utilizar la fuerza del argumento y no el argumento de la fuerza, y ello obliga a salir de la zona de confort y crecer. Un buen negociador tiene claro que no se trata de ser el mejor, sino de ser mejor eliminando “el” cada día para negociar hoy lo que no se supo negociar ayer. 6. Capacidad de observación Observar los pequeños detalles que pueden ser de utilidad ya que en ellos reside la esencia, no la apariencia, de la realidad sobre la cual hay que actuar. Cuando al fundador de la cadena Hilton le preguntaron la causa de su éxito, respondió “que la cortina de la bañera estuviera siempre por dentro”. 7. Creatividad Utilizar técnicas creativas para negociar y aprovechar “ventanas de oportunidad”. En el rodaje de la película Tiburón se estropeó la maquinaria del escualo. La reparación llevó semanas y provocó que el director tuviera que encontrar alternativas para no detener el rodaje. Decidió grabar parte de las escenas sin la presencia del tiburón, y descubrió una solución que cambió el destino de la película los protagonistas disparaban unos arpones con un barril atado en el extremo, de modo que esos barriles moviéndose en la superficie eran, a ojos del público, el tiburón bajo el agua. La mera sugerencia, no la presencia, de la bestia resultaba incluso más amenazante. En conclusión, lo que caracteriza al buen negociador reside en potenciar lo no robotizable del ser humano la creatividad, la formación y la inteligencia emocional. Y, para todo ello, debemos de tener un equilibrio entre todas las características expuestas. Tuesday, August 27, 2019 Bisnis Pengertian Aktivitas negosiasi sebenarnya seringkali kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadaro. Selama manusia menjalankan komunikasi antar sesama, disitulah kita melakukan negosiasi dalam menyelesaikan suatu perbedaan dan permasalahan yang diperlukan adanya dialog dan musyawarah. Pentingnya tulisan ini juga dilandasi dengan kenyataan bahwa pengetahuan tentang negosiasi, tahapan negosiasi, dan strategi khusus menjadi negosiator yang handal tidak pernah diajarkan atau dijadikan materi pelatihan pada sebuah perusahaan. Kemampuan negosiasi seseorang didapat hanya secara otodidak semata. Padahal kemampuan negosiasi akan membawa penyelesaian konflik di proyek yang lebih baik dan lebih cepat. Negosiasi ini sangat penting dilakukan agar kedepannya tidak ada masalah yang timbul lagi karena ada salah satu pihak yang merasa dirugikan. Negosiator yang baik hendaknya membangun kerangka dasar dan strategi khusus yang penting tentang negosiasi yang akan dilakukan, agar behasil menjalankan tugas dengan baik. Contoh aktivitas negosiasi yang sering dilakukan dalam dunia pengadaan barang/jasa adalah pada pekerjaan konstruksi. Pekerjaan konstruksi memiliki potensi yang tinggi terjadinya konflik sebagai akibat dari tingginya kompleksitas pelaksanaan. Adanya konflik menuntut pelaku konstruksi untuk melakukan penyelesaian konflik dan resolusi konflik tersebut yang seringkali dilakukan dalam bentuk negosiasi. Sehingga kompetensi seorang negosiator menjadi penting bagi pelaku konstruksi agar masalah dan konflik menjadi dapat diselesaikan dengan baik dan cepat. Pengertian Negosiasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, definisi dari negosiasi lebih mengarah pada proses bisnis, yaitu negosiasi diartikan sebagai sebuh proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak kelompok atau organisasi dan pihak kelompok atau organisasi yang lain. Ujung dari sebuah negosiasi adalah kata "sepakat" dari suatu hal yang telah disetujui bersama. Negosiasi bahasa Inggris Negotiation adalah suatu metode yang digunakan untuk menjadikan sebuah kesepakatan yang disetujui secara bersama-sama antarkelompok atau individu setelah adanya perdebatan/perbedaan. Negosiasi merupakan proses pengambilan keputusan/kesepakatan yang biasanya dilakukan melalui pertukaran usul dengan tujuan untuk menghindari terjadinya pertengkaran dan perselisihan. Dalam menyikapi perselisihan atau permasalahan apa pun, setiap individu akan berusaha untuk mencapai hasil terbaik untuk posisi mereka ataupun untuk organisasi yang mereka wakili. Namun pada prinsip keadilan, menyepakati tingkat kerjasama untuk mencari keuntungan bersama dan menjaga hubungan adalah kunci utama untuk mencapai keberhasilan. Terdapat beberapa tujuan dari negosiasi khususnya dalam berbisnis, yaitu antara lain Untuk mendapatkan atau untuk mencapai kata sepakat yang mengandung kesamaan persepsi, saling pengertian dan persetujuan. Untuk mencapai kondisi penyelesaian dan menemukan jalan keluar dari konflik atau masalah yang sedang dihadapi bersama. Untuk mencapai kondisi yang saling menguntungkan dimana masing-masing pihak merasa menang win-win solution atau semua pihak merasa diuntungkan; Selain itu, negosiasi dalam bidang bisnis jual-beli barang/jasa memiliki beberapa tujuan, yaitu menjual produk atau gagasan; mempelajari tawaran klien/seseorang; dan menawarkan suatu solusi permasalahan client atau customer. Sedangkan manfaat dari negosiasi sebagai berikut Dengan adanya negosiasi, maka akan tercipta jalinan kerja sama antara badan usaha, institusi ataupun perorangan dalam melakukan suatu kegiatan dan usaha bersama atas dasar saling pengertian. Dengan terjalinnya kerjasama diantara kedua belah pihak yang berkepentingan tersebut maka dapat tercipta transaksi bisnis yang saling terkait, sehingga mampu menghidupkan perekonomian dalam skala yang lebih luas. Di dalam sebuah perusahaan, aktivitas negosiasi merupakan pekerjaan yang paling penting guna untuk menjalin hubungan bisnis yang lebih luas. Sebuah negosiasi dalam bisnis perusahaan dimanfaatkan untuk mengembangkan pasar, yang diharapkan dapat memberikan peningkatan pada penjualan. Proses negosiasi bisnis juga akan menghasilkan harga yang lebih baik dan lebih efesien sehingga akan berdampak pada keuntungan perusahaan yang lebih besar. Tahapan Seorang Negosiator dalam Bernegosiasi Dalam proses negosiasi terdapat beberapa tahapan proses yang akan dilakukan oleh seorang negosiator agar berjalan dengan lancar dan sesuai dengan keinginan. Untuk mencapai suatu kesepakatan dan hasil yang diinginkan, diperlukan suatu pendekatan yang sistematis dan terstruktur dalam bernegosiasi. Berikut ini adalah 6 enam tahapan dalam negosiasi yang harus diketahui oleh seorang negosiator, dan pihak-pihak yang saling bersengketa. 1. Tahap Persiapan Tahapan pertama yang perlu dilakukan oleh negosiator, adanya persiapan yang dilakukan dalam proses negosiasi. Sebelum melakukan negosiasi, para pihak perlu melakukan penetapan lokasi dan waktu pertemuan serta siapa yang harus menghadiri pertemuan negosiasinya. Pembatasan jangka waktu pelaksanaan negosiasi juga dapat membantu untuk mencegah perselisihan yang berkelanjutan. Pada tahap ini negosiator harus memiliki bekal dan pengalaman yang banyak sehingga dapat memastikan semua fakta terkait dari situasi yang diketahui dan untuk memperjelas posisi pihak yang akan bernegosiasi berdasarkan wawasan disertai pengalamannya. Melakukan persiapan sebelum membahas suatu permasalahan ini akan membantu menghindari konflik lebih lanjut dan sangat menentukan kesuksesan keberhasilan dalam bernegosiasi. 2. Tahap Penyusunan Dalam tahap ini, perlu adanya penyusunan atau langkah-langkah dari tahap awal dan akhir yang dapat mempengaruhi kualitas negosiasi tersebut. Sehingga akan ada panduan yang bisa digunakan masing-masing pihak ketika proses negosiasi akan berlangsung. Penyusunan dilakukan agar negosiasi dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan skema penyusunan yang telah direncanakan. Setiap individu atau anggota dari masing-masing pihak akan melakukan diskusi dengan mengajukan kasus permasalahan mereka. Keterampilan yang diperlukan dalam tahap ini adalah bertanya, mendengarkan dan mengklarifikasikan. Membuat catatan juga sangat membantu selama tahap diskusi terutama pada poin yang diajukan dan poin-poin yang perlu diklarifikasikan. 3. Tahap Pengumpulan data/Mengklarifikasikan tujuan Pengumpulan data terkait dengan kepentingan dan sudut pandang dari kedua pihak yang berselisih yang telah didiskusikan bersama perlu diklarifikasikan. Seorang negosiator harus mampu membaca karakteristik seseorang dari masing-masing kedua belah pihak sehingga dapat mengetahui gaya pembicaraan dan sudut pandangnya. Hal itu dimaksudkan agar dimungkinkan untuk membangun landasan bersama. Pengumpulan data dan klarifikasi merupakan bagian penting dalam proses negosiasi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang akan menyebabkan masalah baru. Pengumpulan data tersebut mempunyai banyak peran untuk menentukan strategi apa yang digunakan sehingga akan tercapai hasil yang menguntungkan kedua belah pihak. 4. Pilihan strategi untuk Win-win Outcome Keempat adalah pilihan strategi. Tahap ini berfokus pada apa yang disebut sebagai hasil “win-win solution” yang mana saran akan strategi alternatif dan kompromi perlu dipertimbangkan pada poin ini. Kedua belah pihak merasa telah memperoleh sesuatu yang positif melalui proses negosiasi dan kedua belah pihak juga merasa bahwa sudut pandang mereka telah dipertimbangkan. Hasil kompromi untuk mencapai win-win solution biasanya merupakan hasil terbaik yang seringkali dapat mencapai manfaat yang lebih besar bagi semua pihak. Meskipun ini tidak selalu terjadi atau tidak selalu memungkinkan, namun win-win solution harus menjadi tujuan akhir dari proses negosiasi dibandingkan semua pihak berpegang pada posisi semula. Yang penting dilakukan dalam strategi negosiasi adalah negosiator menjadi penengah dan tidak memihak salah satu pihak, sehingga tidak akan ada rasa keberpihakan dalam proses negosiasi tersebut. 5. Perjanjian Perjanjian dapat dicapai setelah pemahaman tentang sudut pandang dan kepentingan kedua belah pihak telah dipertimbangkan. Sangat penting bagi semua orang yang terlibat untuk tetap berpikiran terbuka untuk mencapai solusi yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang memiliki perbedaan. Kesepakatan apa pun harus dibuat sangat jelas sehingga kedua belah pihak tahu apa yang telah diputuskan. 6. Menerapkan Kesepakatan dari Hasil Perjanjian Yang terakhir adalah menerapkan perjanjian yang telah disepakati bersama, sehingga nantinya tidak akan ada masalah dibelakang karena telah ada kesepakatan baik tertulis ataupun tidak tertulis dalam sebuah negosiasi. Dalam menerapkan kesepakatan inilah yang menentukan negosiasi berhasil atau tidaknya. Kesepakatan harus disetujui kedua belah pihak yang disaksikan oleh badan hukum yaitu Notaris, sehingga akan aman dan adil ketika sudah disetujui dan disaksikan bersama dalam kesepakatan tersebut. Tips menjadi negosiator handal Untuk menjadi negosiator yang baik, harus memiliki strategi khusus dan sikap-sikap tertentu untuk mencapai kesepakatan dalam bernegosiasi, yaitu 1. Tidak gampang menyerah Tidak jarang aktivitas negosiasi akan memakan waktu yang panjang dan cukup menguras pikiran. Seorang negosiator haruslah kuat mental dan psikis. Selain itu, ia harus pintar dalam mengatur waktu yang tepat untuk memberikan kesempatan bicara kepada masing-masing pihak sehingga proses negosiasi bisa berjalan lancar dan cepat. 2. Mempunyai skill komunikasi yang baik Dalam proses negosiasi memiliki potensi untuk terjadinya konflik mulai awal hingga akhir pembicaraan. Sehingga dibutuhkan sikap komunikatif dari seorang negosiator. Tanpa memiliki communication skills atau keterampilan komunikasi yang baik, seorang negosiator tidak pernah mendapat keberhasilan dan kesuksesan. Keterampilan komunikasi tersebut mencakup mulai dari mendengar, meneliti, mengilustrasikan, mempersuasi kedua belah pihak untuk menjadi satu kesatuan hingga menghasilkan sebuah kesepakatan dalam negosiasi. Teknik komunikasi yang perlu diperhatikan dalam melakukan negosiasi adalah memulai pembicaraan dengan tepat, menyesuaikan antara pembahasan dengan lawan bicara, jika terjadi perbedaan pendapat tidak langsung ditentang namun dilakukan dengan suatu persetujuan yang diikuti dengan kata "tapi", dan disampaikan dengan cara yang bijaksana dan elegan. 3. Cerdas dan Berwawasan Kecerdasan dan wawasan akan membantu negosiator untuk mendapatkan solusi atas masalah dan keputusan terbaik yang harus diambil. Skill ini sangat terkait dengan teknik problem solving dan kemampuan seorang negosiator dalam menganalisa sebuah permasalahan. 4. Mempunyai selera humor Selera humor berfungsi untuk mengurangi ketegangan saat negosiasi, dan menjadikan suasana akrab dan santai. Namun, seorang negosiator harus tetap menyampaikan gagasannya dengan bahasa yang lugas dan berbobot. Gagasan yang disampaikan dengan selingan humor akan mampu mencairkan suasana di dalam perundingan atau negosiasi. Selain itu, akan membuat partner/klien tidak merasa dipojokkan. 5. Mempunyai sikap yang positif Seorang negosiator tidak akan terlepas dari aktivitas interaksi satu dengan yang lainnya. Sehingga ia harus memiliki sikap positif sehingga akan mengarahkan hasil negosiasi yang positif pula. 6. Bersikap perhatian kepada klien Seorang negosiator harus bersikap perhatian terhadap hal-hal yang terjadi pada klien. Empati atau sikap perhatian akan membuat klien menjadi merasa didengar, diperhatikan, dan dirasakan secara mendalam permasalahan yang membelitnya. Sehingga feedback dari klien pun akan ikut berempati terhadap tujuan yang diinginkan oleh negosiator. 7. Mempunyai sikap sabar Sikap sabar seorang negosiator akan mampu membaca peluang disaat terjadi hal yang tidak menyenangkan. Negosiator harus mampu menjaga emosionalnya ketika berhubungan dengan orang lain. Sikap sabar jika sesuatu hal yang tidak menyenangkan menimpanya harus tetap dikedepankan. Anggap saja hal itu sebagai hambatan yang harus dilewati dan hal tersebut terjadi karena dengan suatu sebab tertentu. 8. Bersikap jujur Kejujuran adalah modal utama yang harus dimiliki oleh seorang negosiator. Hal ini dikarenakan kebenaran memiliki sifat yang mutlak dimana kebenaran akan selalu terbukti. Pembuktian kebenaran fakta yang terjadi terhadap klien yang disampaikan oleh negosiator akan meningkatkan level kepercayaan negosiator yang merupakan kunci keberhasilan seorang negosiator. 9. Inisiatif, solutif, dan kreatif Seorang negosiator harus memiliki sikap yang dinamis dalam menghadapi setiap permasalahan. Mereka dituntut untuk memiliki sikap inisiatif, solutif dan kreatif yang tinggi. Sikap ini akan membawa negosiator untuk mampu menganilsa setiap permasalahan dan secara cepat mengambil keputusan. Sikap ini memiliki hubungan dengan kemampuan seseorang dalam hal problem solving. 10. Sensitif atau Peka Karena pada umumnya aktivitas negosiasi dilakukan dalam tatap muka, menggunakan bahasa lisan, gerak atau bahasa tubuh maupun ekspresi wajah, maka seorang negosiator haruslah peka terhadap situasi dan perubahannya terkait perkembangan proses negosiasi. Hal-hal seperti kebohongan dalam negosiasi akan mudah terdeteksi jika seorang negosiator memiliki sikap sensitif untuk menilai kondisi negosiasi yang sebenarnya. Itulah ulasan mengenai negosiasi dan tips menjadi negosiator handal. Bagi kamu yang mewakili sebuah perusahaan atau organisasi penting untuk mengetahuinya. Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu! PembahasanSikap yang harus dimiliki oleh seorang negosiator adalah santun, yang akan menciptakan suasanya yang bersahabat antarnegosiator. Contoh sikap seorang negosiator adalah kesabaran, kemampuan berkomunikasi, selera humor, dan kepercayaan diri. Hal ini terdapat pada prasyarat organis dalam teknik sikap yang tidak harus dimiliki seorang negosiator ulung adalah teliti . Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah yang harus dimiliki oleh seorang negosiator adalah santun, yang akan menciptakan suasanya yang bersahabat antarnegosiator. Contoh sikap seorang negosiator adalah kesabaran, kemampuan berkomunikasi, selera humor, dan kepercayaan diri. Hal ini terdapat pada prasyarat organis dalam teknik bernegosiasi. Sehingga, sikap yang tidak harus dimiliki seorang negosiator ulung adalah teliti. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.

seorang negosiator harus mempunyai sifat berikut kecuali