Pertanyaan Kalimat berikut yang memlilki hubungan tujuan adalah . Biarpun sudah berulang-ulang dinasihati, Ia tetap saja tidak mau mengubah perilakunya. Kita harus menjalin kesatuan dan persatuan bangsa di negara yang kita cintai ini. Anda harus banyak berlatih menjawab soal-soal latihan agar memperoleh nilai yang baik. Hubungantujuan. Anak kalimat pada jenis kalimat ini memiliki peran menunjukkan hubungan tujuan. Adapun kata hubung atau konjungsi yang digunakan dalam kalimat ini di antaranya adalah "supaya", "agar", dan "untuk". Berikut contoh kalimat majemuk hubungan tujuan. Sanjaya melancarkan rayuannya agar hati Teresia luluh. Wawasannusantara adalah. a. sistem pertahanan dan keamanan untuk menangkal segala macam bentuk ancaman b. politik luar negeri dalam rangka menjalin hubungan dengan negara lain c. ideologi bangsa Indonesia dalam mengatur sistem pemerintahannya d. cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya. Hanyaberbeda di peletakannya saja. Macam-macam contoh kalimat yang menggunakan konjungsi jenis ini adalah sebagai berikut. 1. Hubungan Pertentangan. Vivi tidak suka makan sayur. Walaupun begitu, ia tetap harus memakannya. 2. Hubungan Waktu (Temporal) Hari ini kita akan belajar tentang manajemen keuangan. Hubungantujuan: Agar, biar, supaya: Konjungsi antar kalimat adalah kata yang menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya. Dalam penggunaanya, konjungsi antar kalimat menyatakan makna yang berbeda-beda, diantaranya : oleh karena itu, sebelum itu, namun, akan tetapi, kecuali itu, dengan demikian, sesudah itu, selain itu Berikutadalah contoh kalimat majemuk hubungan syarat: Ibu guru akan mengajak kami berlibur ke pantai jika bisa menjadi juara umum dalam nilai UN tahun ini. Seandainya aku bergegas ke rumah sakit, aku pasti masih bisa menemani istriku melahirkan. Roni tidak akan dihukum ayah apabila ia pamit ketika keluar rumah. Teksprosedur kompleks memiliki struktur, yaitu. a. judul-tujuan-langkah langkah. b. judul-langkah langkah-tujuan. c. judul-langkah langkah. d. langkah langkah-tujuan. e. tujuan-langkah langkah. 17. Dalam teks prosedur kompleks, hasil akhir yang akan dicapai terdapat dalam bagian . a. langkah langkah. Ci8KpEz. Web server is down Error code 521 2023-06-15 084556 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d798a2a88e30b7d • Your IP • Performance & security by Cloudflare - Dalam bahasa Indonesia, untuk menulis atau menghubungankan suatu kalimat biasanya menggunakan kata hubung. Kata hubung tersebut dapat juga disebut dengan konjungsi. Konjungsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI dapat diartikan sebagai kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Konjungsi memiliki beberapa macam jenisnya, salah satunya adalah konjungsi subordinatif. Supaya dapat memahami dengan jelas tentang konjungsi subordinatif, berikut ini adalah penjelasan tentang konjungsi subordinatif yang rangkum dari berbagai sumber pada Senin 12/12. Pengertian konjungsi subordinatif foto Secara umum, konjungsi subordinatif merupakan sebuah kata penghubung yang digunakan untuk menggabungkan dua klausa atau lebih yang memiliki hubungan bertingkat. Dalam penggunaannya, konjungsi subordinatif menghasilkan kalimat majemuk bertingkat. Sedangkan dalam buku Text Book Writing yang ditulis Masnur Muslich pada tahun 2011, dijelaskan konjungsi subordinatif merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang tidak memiliki status sintaksis yang sama. Salah satu konjungsi itu mempunyai induk kalimat dan yang lainnya anak kalimatnya. Konjungsi subordinatif sendiri berguna untuk mengkorelasikan dua konstituen yang kedudukannya tidak sederajat. Konjungsi subordinatif juga termasuk dalam kata hubung intrakalimat. Yakni, merupakan konjungsi yang menghubungkan antarklausa yaitu klausa induk dan anak. Fungsi dan jenis konjungsi subordinatif Konjungsi subordinatif mempunyai beberapa jenisnya. Jenis konjungsi subordinatif dapat dibedakan dengan penggunaan kata hubung pada setiap kalimatnya, serta dapat juga dibedakan melalui fungsinya. Berikut ini adalah jenis dan fungsi kalimat subordinatif 1. Hubungan tujuan Kalimat subordinatif jenis ini lebih mengacu berdasarkan tujuan. Hubungan tujuan ini menggunakan kata penghubung yaitu; supaya, agar, dan untuk. 2. Hubungan sebab-akibat Kalimat subordinatif ini menyatakan digunakan untuk menyatakan sebab akibat dengan menggunakan kata penghubung; karena, sebab, oleh karena, sehingga, dan sampai. 3. Hubungan perumpamaan Kalimat subordinatif jenis ini menyatakan hal yang belum tentu terjadi atau perumpamaan. Hubungan perumpamaan ini dalam kalimatnya menggunakan kata hubung; seakan-akan, seolah-olah, ibarat, seperti, dan laksana 4. Hubungan bersyarat Kalimat subordinatif ini digunakan untuk menyatakan syararat. Hubungan bersyarat ini pada kalimatnya menggunakan kata penghubung; kalau, jika, dan apabila. 5. Hubungan waktu Kalimat subordinatif jenis ini menjelaskan tentang keterangan waktu. Hubungan waktu ini pada kalimatnya menggunakan kata hubung; semenjak, sejak, tatkala, selama, sambil, serta, setelah, sesudah, selama, sambil, dan sebelum. 6. Hubungan pengandaian Kalimat subordinatif jenis ini digunakan untuk menyatakan pengandaian terhadap suatu hal. Hubungan pengandaian pada kalimatnya menggunakan konjungsi seumpama, sekiranya, dan andaikan. 7. Hubungan keterangan Kalimat subordinatif ini digunakan untuk menyatakan suatu pernyataan atau keterangan. Dalam kalimatnya menggunakan kata hubung; tanpa dan dengan. 8. Hubungan perlawanan Kalimat subordinatif ini digunakan untuk menentang suatu kalimat subordinatif perlawanan dalam kalimatnya menggunakan kata penghubung; sekalipun dan walaupun. 9. Hubungan perbandingan Kalimat subordinatif jenis ini digunakan untuk membandingkan dua hal atau lebih yang berbeda. Hubungan perbandingan pada kalimatnya menggunakan konjungsi; sama, dengan, dari, dan lebih. 10. Hubungan pelengkap Kalimat subordinatif ini digunakan untuk melengkapi suatu hal dalam kalimat. Hubungan pelengkap pada kalimatnya menggunakan konjungsi; yang dan bahwa. brl/pep Recommended By Editor 25 Contoh kalimat dengan imbuhan sufiks, lengkap dengan penjelasan yang mudah dipelajari 15 Contoh kalimat polisemi beserta pengertiannya 25 Contoh kalimat argumen lengkap dengan penjelasannya 65 Contoh kata sifat bahasa Indonesia dilengkapi pengertian, ciri, hingga jenis-jenisnya 25 Contoh kalimat majas repetisi serta jenis dan penjelasannya 25 Contoh kalimat kiasan beserta penjelasan dan cirinya yang mudah dipahami Contoh Konjungsi Tujuan yang Benar adalah Begini, Foto Unsplash/Jan Kahánek Terdapat beberapa konjungsi di dalam bahasa Indonesia, salah satunya konjungsi subordinatif tujuan. Pengertian dan contoh konjungsi tujuan yang benar adalah konjungsi yang menggabungkan 2 klausa atau lebih di dalam 1 kalimat yang mengandung hubungan tujuan di dalamnya. Pengertian Konjungsi Tujuan Pengertian konjungsi tujuan adalah kata hubung yang menjelaskan tujuan atau maksud dari suatu peristiwa. Karena mengandung hubungan tujuan, maka salah 1 dari 2 atau beberapa klausa itu merupakan anak kalimat dari buku Master Bahasa Indonesia Panduan Tata Bahasa Indonesia Terlengkap, Ainia Prihantini, 201523, kata hubung yang umum digunakan di dalam kalimat konjungsi subordinatif tujuan adalah biar, untuk, agar, demi, supaya, dan Contoh Konjungsi Tujuan yang Benar adalah Begini Contoh Konjungsi Tujuan yang Benar adalah Begini, Foto Unsplash/Marcos Paulo Prado Inilah beberapa contoh konjungsi tujuan di dalam kalimat Semangatlah di dalam belajar dan berkarya biar hidupmu kelak bermanfaat bagi banyak sengaja mengikuti kursus bahasa Inggris terbaik di kotanya supaya kemampuan bahasa Inggrisnya harus minum air mineral secara teratur supaya kulit kita tidak jadi kering dan sengaja mengambil semester pendek supaya bisa lebih cepat lulus berlatih sepak bola dengan tekun supaya dia bisa masuk ke klub sepak bola seminar startup itu diadakan untuk para mahasiswa yang hendak mendirikan sebuah perusahaan rintisan usai lulus kuliah bandeng sebaiknya dikukus biar tulang-tulangnya tidur lebih awal supaya tidak bangun kesiangan keesokan harus berlatih keras agar dirinya lolos di dalam pertandingan bulu tangkis nanti harus minum obat dengan teratur supaya lekas ayah bekerja mati-matian demi menyekolahkan belajar bahasa Inggris agar kelak bisa diterima di perusahaan menghadiahkan sebuah kalung mutiara yang sangat cantik untuk ibu agar ibu bisa berbahagia di hari ulang tahunnya berlatih vokal agar bisa menjadi penyanyi yang sukses dan terkenal saat dewasa harus rutin meminum obatnya 3 kali sehari agar bisa lekas sembuh dari penyakit yang dapat disimpulkan bahwa konjungsi tujuan di dalam bahasa Indonesia digunakan ketika kamu ingin menulis atau mengatakan suatu kata dengan tujuan yang jelas.BRP Daftar Isi Jenis-jenis Kata Penghubung 1. Kata Penghubung Intrakalimat a. Konjungsi Koordinatif b. Konjungsi Subordinatif 2. Kata Penghubung Antarkalimat 3. Kata Penghubung Antarparagraf Fungsi Kata Penghubung dan Contohnya 1. Menyatakan Gabungan 2. Menyatakan Waktu 3. Menyatakan Pertentangan 4. Menyatakan Tujuan 5. Menyatakan Sebab 6. Menyatakan Akibat 7. Menyatakan Syarat 8. Menyatakan Tak Bersyarat 9. Menyatakan Pilihan 10. Menyatakan Perbandingan 11. Menyatakan Urutan 12. Menyatakan Pembenaran 13. Menyatakan Menguatkan 14. Menyatakan Pembatasan 15. Menyatakan Penjelas Makassar - Kata penghubung disebut juga konjungsi atau kata sambung. Konjungsi seringkali digunakan dalam berbagai jenis buku 'Teks dalam bahasa Kajian Struktur dan Kebahasaan' oleh Taufiqur Rahman dijelaskan bahwa kata penghubung adalah kata tugas yang berfungsi menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan penghubung antarklausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat, sedangkan kata penghubung antarkalimat di awal kalimat setelah tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru. Adapun kata penghubung antarparagraf letaknya di awal paragraf. Dalam jurnal Konjungsi Bahasa Indonesia Suatu Tinjauan oleh Kasni Atmo Sukarta dijelaskan bahwa kata penghubung merupakan kata yang bertugas menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan mengetahui pengertian kata penghubung, berikutnya adalah memahami jenis-jenis dan contohnya. Simak penjelasannya berikut Kata Penghubung IntrakalimatKata penghubung intrakalimat atau antarklausa adalah kata yang menghubungkan klausa induk dan klausa anak. Dalam antarklausa juga ada dua jenis kata penghubung yaitua. Konjungsi KoordinatifKonjungsi Koordinatif yaitu kata penghubung yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sederajat, diantaranya dan, atau, tetapi, sedangkan, melainkan, lalu, kemudian, pergi ke pasar dan ayak pergi ke anak yang pintar, tetapi agak malas ke Konjungsi SubordinatifKonjungsi Subordinatif yaitu kata penghubung yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang tidak sama derajatnya. Berikut jenis-jenis konjungsi subordinatifHubungan waktu Sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sementara, sambil, setaya, selagi, selama, sehingga, sampaiHubungan syarat Jika, kalau, jikalau, asalkan, bila, manakalaHubungan pengandaian Andaikan, sekiranya, seandainya, seumpamanyaHubungan tujuan agar, biar, supayaHubungan konsesif Biarpun, meskipun, sekalipun, walaupun, sungguhpun, kendatipunHubungan pemiripan Seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksanaHubungan sebab Sebab, karena, oleh karenaHubungan akibat Sehingga, sampai-sampai, makanyaHubungan penjelasan BahwaHubungan cara Dengan2. Kata Penghubung AntarkalimatJenis kata penghubung yang kedua adalah konjungsi antarkalimat yang memiliki fungsi menghubungkan kalimat yang satu dan lainnya. Adapun fungsi dari kata penghubung antarkalimat yakniMenyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu yang berbeda atau pun bertentangan dengan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya. Misalnya biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu walaupun demikian/begitu, meskipun demikian/ kelanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya. Misalnya Kemudian, sesudah itu, setelah itu, adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya. Misalnya tambahan pula, lagi pula, selain kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya. Misalnya keadaan yang sebenarnya. Misalnya sesungguhnya, keadaan yang dinyatakan sebelumnya. Misalnya malahan, keadaan pertentangan dengan keadaan sebelumnya. Misalnya akan tetapi, namun, kecuali konsekuensi. Misalnya dengan akibat. Misalnya oleh karena itu, oleh sebab kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya. Misalnya sebelum itu3. Kata Penghubung AntarparagrafJenis kata penghubung yang ketiga adalah konjungsi antarparagraf yang berfungsi menghubungkan paragraf sebelumnya dengan paragraf macam-macam konjungsi yang lazim digunakan dalam hubungan antarparagraf antara lainKonjungsi yang menyatakan tambahan pada sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya. Misalnya begitu pula, demikian juga, tambahan lagi, di samping itu, kedua, dan yang menyatakan pertentangan dengan sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya. Misalnya bagaimanapun juga, sebaliknya, dan yang menyatakan perbandingan. Misalnya sebagaimana dan sama halnyaKonjungsi yang menyatakan akibat atau hasil. Misalnya oleh karena itu, jadi dan yang menyatakan tujuan. Misalnya untuk maksud itu, untuk mencapai hal itu, dan untuk itulahKonjungsi yang menyatakan intensifikasi. Misalnya ringkasnya, secara singkat, dan pada yang menyatakan waktu. Misalnya sementara itu, dan Kata Penghubung dan Contohnya1. Menyatakan GabunganKata hubung gabungan atau aditif merupakan kata penghubung yang berfungsi menghubungkan antar klausa, kalimat dan paragraf yang memiliki kedudukan yang sama. Kata yang sering digunakan untuk kata hubung ini adalah dan, lagipula, dan sedang menulis dan Ainun memperbaiki Ibu serta Adik akan ke Makassar tahun Menyatakan WaktuKata hubung waktu memiliki fungsi sebagai kata hubung yang menjelaskan hubungan waktu antara dua hal. Kata hubung waktu bisa menjelaskan hubungan yang sederajat maupun tidak hubung yang biasa digunakan untuk menyatakan waktu adalah apabila, bilamana, ketika, sebelum, sejak, sesudah dan sudah ada di lokasi meliput sejak dini makan ayam goreng yang sebelumnya dibeli di warung depan Menyatakan PertentanganKata hubung pertentangan merupakan bentuk kata hubung yang menghubungkan dua buah kalimat, kata, ataupun klausa yang sederajat namun mempertentangkan kedua bagian yang biasa dipakai pada kata hubung ini adalah tetapi, melainkan, namun, padahal, dan yang ingin kuliah di kampus negeri tetapi tidak punya Eliezer tidak berbohong, melainkan mengatakan Menyatakan TujuanKata hubung tujuan adalah kata penghubung yang menjelaskan maksud, tujuan suatu kejadian atau tindakan. Kata hubung yang biasa digunakan di antaranya adalah guna, untuk, agar, dan memperbaiki laptop untuk membersihkan selokan supaya tidak banjir lagi saat musim hujan Menyatakan SebabKata hubung sebab atau kausal merupakan bentuk kata hubung yang menjelaskan kejadian yang terjadi akibat suatu sebab tertentu atau khusus. Kata hubungnya adalah sebab dan terjadi di Makassar karena saluran air tersumbat oleh percaya dengan cerita itu sebab dia sudah pernah Menyatakan AkibatKata hubung akibat atau konsekutif merupakan bentuk kata hubung yang menerangkan bahwa suatu keadaan tersebut dapat terjadi karena penyebab yang kata hubung yang digunakan adalah sehingga, sampai, dan malam belajar akibatnya dia tidak naik dan Nisa terlalu asyik menulis berita di kantor sampai mereka lupa waktu makan Menyatakan SyaratKata hubung syarat atau kondisional adalah jenis kata hubung yang menerangkan bahwa kejadian tersebut dapat terjadi apabila syarat-syaratnya hubung yang sering digunakan adalah jika, apabila, kalau, dan siswa pasti naik kelas kalau rajin belajar dan mengerjakan akan ke sekolah jika Andika menjemputnya di Menyatakan Tak BersyaratKata hubung ini berfungsi menyatakan bahwa suatu hal bisa terjadi tanpa perlu ada syarat yang harus terpenuhi. Contoh kata hubung yang sering digunakan adalah walaupun, meskipun, dan dan Ainun tetap ke sekolah walaupun hujan tetap demo di jalan biarpun Rektor Menyatakan PilihanKata hubung pilihan atau disjungtif adalah bentuk kata penghubung yang berfungsi menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih dengan tujuan untuk memilih. Kata yang biasa digunakan adalah atau, ataupun, mau makan bakso atau nasi pagi, siang maupun malam, kerjanya hanya menulis Menyatakan PerbandinganKata hubung ini berguna untuk menghubungkan dua hal dan kemudian membandingkannya. Kata yang sering dipakai di antaranya adalah seperti, bagai, ibarat, dan kembar yang mirip itu bagaikan pinang dibelah selalu lambat seperti Menyatakan UrutanKata hubung ini berfungsi menyatakan urutan suatu hal. Kata hubung yang sering dipakai di antaranya adalah mula-mula, lalu dan dulu menteganya, setelah itu baru kemudian masukkan mampir ke Makassar terlebih dahulu lalu baru kita ke Menyatakan PembenaranKata hubung ini biasa disebut juga dengan konsesif adalah suatu kata hubung yang berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan suatu hal sekaligus menolak hal lainnya. Contoh kata hubung pada konjungsi ini adalah walaupun, meskipun, biar, dan tetap pergi bermain bola meskipun dilarang sama tetap rajin belajar walaupun ujian semester masih Menyatakan MenguatkanKata hubung ini berfungsi sebagai penegas atau meringkas bagian kalimatnya sebelumnya. Contoh kata yang sering dipakai adalah bahkan, apalagi, yaitu, dan Urwa adalah orang yang sangat kaya bahkan melebihi kekayaan seorang tempat liburan favoritnya, yaitu hutan, laut dan Menyatakan PembatasanKata hubung ini bertujuan untuk menyatakan suatu batasan terhadap suatu keadaan atau kejadian. Kata hubung yang sering digunakan adalah kecuali, selain, dan tidak boleh pulang kecuali mereka sudah menyelesaikan tugas karyawan kantor, yang lain dilarang Menyatakan PenjelasKata hubung ini berfungsi untuk menjelaskan kalimat sebelumnya agar lebih terperinci. Kata yang sering dipakai diantaranya adalah guru yakin bahwa Ainun bukan pencuri bilang bahwa Ayah akan pulang pekan depan dari Jakarta. Simak Video "6 Mobil Rombongan Jemaah Haji Terlibat Kecelakaan Beruntun di Gorontalo" [GambasVideo 20detik] hsr/alk Konjungsi subordinatif hubungan tujuan merupakan salah satu jenis konjungsi subordinatif yang menggabungan dua klausa dalam satu kalimat yang mengandung hubungan tujuan di dalamnya. Adapun kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini adalah biar, untuk, agar, dan supaya. Agar pembaca lebih paham, berikut ditampilkan beberapa contoh konjungsi subordinati hubungan tujuan dalam kalimat di bawah ini! Andi sengaja mengambil semester pendek supaya dia cepat lulus kuliah. Jaka sengaja naik ojek berbasi aplikasi agar dia cepat sampai ke tempat kerjanya. Ayahnya sengaja menyuruhnya merantau biar dia bisa belajar hidup mandiri. Marlina berangkat ke sekolah lebih pagi supaya dia tidak terlambat sampai ke sekolah. Aku mesti minum obat secara teratur supaya badanku lekas sembuh. Amir mengikuti rajin mengikuti bimbel agar bisa masuk ke perguruan tinggi negeri dambaannya. Aku mesti pulang lebih cepat supaya tidak dimarahi Ibuku. Dia sengaja mengikuti kursus bahasa Inggris supaya kemampuan bahasa Inggrisnya meningkat. Ibu sengaja membeli banyak bahan masakan agar persediaan bahan masakan di rumah tidak cepat habis. Rahmi datang ke tempat pembelian tiket lebih pagi agar dia tidak berdesak-desakkan saat mengantre membeli tiket. Pricil mengambil kelas karyawan agar dia bisa berkuliah sambil juga bekerja. Ibu membeli banyak bahan makanan untuk keperluan sehari-hari. Fahmi sengaja memakai masker agar flu yang dia derita tidak menular ke orang lain. Ayam itu sengaja direbus terlebih dahulu biar bumbu-bumbunya meresap dan tulang-tulangnya melunak. Egi berlatih sepakbola dengan tekun supaya dia bisa masuk ke tim sepakbola impiannya. Paman membeli beberapa potong kayu untuk dibuat menjadi kandang ayam-ayamnya. Literasi media daring perlu dilakukan agar masayrakat dapat membaca informasi dari media daring secara bijak. Acara seminar itu diadakan untuk para mahasiswa yang hendka membuat sebuah perusahaan rintisan setelah lulus kuliah nanti. Pak Bambang memberlakukan hukuman bagi karyawannya yang terlambat supaya para karyawannya lebih disiplin dan tepat waktu datang ke kantor. Adik menyisihkan sebagian uang sakunya untuk dia tabung di celengan plaastik miliknya. Sosialisasi itu dilakukan agar masyarakat dapat memahami bahaya penyakit campak dan Rubella. Harga barang-barang itu sengaja didiskon biar para pengunjung tertarik dan membeli barang-barang tersebut. Ayah menyuruh kami menghemat uang saku kami supaya kami tidak menjadi orang yang boros dalam membelanjakan uang. Dokter menyuruhku istirahat selama beberapa hari supaya kondisi kesehatanku bisa membaik. Arini berkuliah di luar negeri supaya dia bisa mengenal kebudayaan negara lain selain Indonesia. Para pemuda dilibatkan dalam kerja bakti kali ini supaya mereka bisa belajar bagaimana berkontribusi di lingkungan mereka sendiri. Pak Burhan sengaja mencari pekerjaan sampingan agar penghasilan yang dia dapat bisa jauh lebih besar. Afrizal melanjutkan jenjang pendidikannya ke S2 agar dia bisa menjadi dosen selepas lulus S2 nanti. Demikianlah beberapa contoh konjungsi subordinatif tujuan dalam kalimat. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa contoh atau pembahasan lain mengenai konjungsi, maka pembaca bisa membuka artikel contoh konjungsi subordinatif hubungan waktu, contoh konjungsi antar paragraf, contoh kalimat konjungsi kronologis, contoh kalimat konjungsi temporal, serta konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat. Semoga bermanfaaat dan mampu menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih. arti, contoh, fungsi, macam, makna, pengertian, penggunaan ← Previous Next →

kalimat berikut yang memiliki hubungan tujuan adalah